<!DOCTYPE HTML PUBLIC "-//W3C//DTD HTML 4.0 Transitional//EN">
<HTML><HEAD>
<META http-equiv=Content-Type content="text/html; charset=iso-8859-1">
<META content="MSHTML 6.00.2900.2180" name=GENERATOR>
<STYLE></STYLE>
</HEAD>
<BODY bgColor=#ffffff>
<DIV> </DIV>
<DIV style="FONT: 10pt arial">----- Original Message -----
<DIV style="BACKGROUND: #e4e4e4; font-color: black"><B>From:</B> <A
title=garudamukha@yahoo.com href="mailto:garudamukha@yahoo.com">GarudaMukha</A>
</DIV>
<DIV><B>To:</B> <A title=p_anggaran@dpr.go.id
href="mailto:p_anggaran@dpr.go.id">Panitia Anggaran</A> ; <A
title=sekretariat@bumn-ri.com href="mailto:sekretariat@bumn-ri.com">MenNeg
BUMN</A> ; <A title=tu-sekjen@dpr.go.id
href="mailto:tu-sekjen@dpr.go.id">TUSekJen DPR-RI</A> ; <A
title=wasekjen@dpr.go.id href="mailto:wasekjen@dpr.go.id">WaSekJen DPR-RI</A> ;
<A title=burt@dpr.go.id href="mailto:burt@dpr.go.id">BURT DPRRI</A> ; <A
title=komisi-1@dpr.go.id href="mailto:komisi-1@dpr.go.id">Komisi1 DPRRI</A> ; <A
title=komisi-2@dpr.go.id href="mailto:komisi-2@dpr.go.id">Komisi2 DPRRI</A> ; <A
title=komisi-3@dpr.go.id href="mailto:komisi-3@dpr.go.id">Komisi3 DPRRI</A> ; <A
title=komisi-4@dpr.go.id href="mailto:komisi-4@dpr.go.id">Komisi4 DPRRI</A> ; <A
title=komisi-5@dpr.go.id href="mailto:komisi-5@dpr.go.id">Komisi5 DPRRI</A> ; <A
title=komisi-6@dpr.go.id href="mailto:komisi-6@dpr.go.id">Komisi6 DPRRI</A> ; <A
title=komisi-7@dpr.go.id href="mailto:komisi-7@dpr.go.id">Komisi7 DPRRI</A> ; <A
title=komisi-8@dpr.go.id href="mailto:komisi-8@dpr.go.id">Komisi8 DPRRI</A> ; <A
title=komisi-9@dpr.go.id href="mailto:komisi-9@dpr.go.id">Komisi9 DPRRI</A> ; <A
title=p3i-ekonomi@dpr.go.id href="mailto:p3i-ekonomi@dpr.go.id">P3I Ekonomi</A>
; <A title=p3i-hi@dpr.go.id href="mailto:p3i-hi@dpr.go.id">P3I HI</A> ; <A
title=p3i-hukum@dpr.go.id href="mailto:p3i-hukum@dpr.go.id">P3I Hukum</A> ; <A
title=pemberitaan@yahoo.com href="mailto:pemberitaan@yahoo.com">Pemberitaan
HuMasMPRRI</A> ; <A title=nasional-list@yahoogroups.com
href="mailto:nasional-list@yahoogroups.com">Nasional ListGroup</A> ; <A
title=k.prawira@wanadoo.nl href="mailto:k.prawira@wanadoo.nl">K Prawira
NasionalList</A> </DIV>
<DIV><B>Sent:</B> Monday, May 08, 2006 6:02 AM</DIV>
<DIV><B>Subject:</B> [nasional-list] SOSOK NASIONALIS 45</DIV></DIV>
<DIV><BR></DIV>
<DIV style="MARGIN-BOTTOM: 0in" align=center><FONT
face="Arial, sans-serif"><FONT style="FONT-SIZE: 20pt" size=5>Sosok Nasionalis
45</FONT></FONT></DIV>
<DIV style="MARGIN-BOTTOM: 0in" align=justify><BR></DIV>
<DIV style="MARGIN-BOTTOM: 0in; TEXT-INDENT: 0.5in" align=justify><FONT
size=2><FONT face="Arial, sans-serif">Sikap Nasionalisme Baru kini muncul
menggelora di berbagai Negara penghasil MiGas sebagai wujud perlawanan terhadap
globalisasi penguasaan produksi dan perdagangan MiGas oleh kapitalis skala
dunia. Terakhir dapat disimak bagaimana Bolivia menasionalisasi sumber2 daya
alamnya pada tanggal 1 Mei 2006 ybl, belum lagi kuliah Mahathir Muhamad yang
mantan Perdana Menteri Malaysia pada tanggal 4 Mei 2006 ybl dimana ditegaskan
bahwasanya “Negara yang lemah perlu kukuhkan semangat nasionalisme kita di zaman
globalisasi”. Mahathir menegaskan hal itu bukan tanpa bukti, kini Petronas jauh
mengungguli Pertamina yang justru dikerdilkan sejak 1975 dan terakhir dikalahkan
dari ExxonMobil di Blok Cepu sebagai Lead Operator di negerinya sendiri. Inilah
kontroversi bahkan paradoks yang kita alami kini, sementara Nasionalisme Baru
menjadi andalan keyakinan berbangsa dan bernegara di berbagai belahan dunia,
kita di Indonesia malahan merasa menjadi galau dengan keyakinan Nasionalismenya
terutama Nasionalisme MiGas. Padahal berbekal Nasionalisme itulah maka
Kemerdekaan Indonesia berhasil direbut pada tanggal 17 Agustus 1945, lalu
dipertahankan oleh Angkatan 45 melalui Perang Kemerdekaan I dan II dengan hasil
diakuinya Kedaulatan Indonesia pada tanggal 27 Desember 1949 oleh dunia
internasional.</FONT></FONT></DIV>
<DIV style="MARGIN-BOTTOM: 0in; TEXT-INDENT: 0.5in" align=justify><BR></DIV>
<DIV style="MARGIN-BOTTOM: 0in; TEXT-INDENT: 0.5in" align=justify><FONT
size=2><FONT face="Arial, sans-serif">Berkenaan dengan Sikap Nasionalisme Baru
terkait MiGas ini, menjelang tanggal <B>11 Mei 2006</B>, maka adalah cukup
bijaksana bilamana kita napak tilas tanggal <B>11 Mei 2005</B> ybl, yakni saat
peristiwa hukum Pernyataan Bersama tentang <B>UU No. 22/2001 tentang Minyak dan
Gas Bumi</B> adalah <B>sepatutnya Batal Demi Hukum</B> oleh berbagai komponen
pemangku kepentingan MiGas nasional yakni MASBETA (Masyarakat Bela Tanah Air),
SPKP (Solidaritas Pensiunan Karyawan Pertamina), KOPPERTA (Koperasi Purnakarya
Pertamina), MASDEM (Mimbar Aspirasi Demokrat), ILUNI UI Jakarta, FORTANA (Forum
Tenaga Kerja Pertamina), FSPPB (Federasi Serikat Pekerja Pertamina Bersatu),
Front Revolusi 45, AMD (Angkatan Muda Demokrat, Banten), Pusat Kajian Indonesia
Baru di Jakarta Pusat.</FONT></FONT></DIV>
<DIV style="MARGIN-BOTTOM: 0in; TEXT-INDENT: 0.5in" align=justify><BR></DIV>
<DIV style="MARGIN-BOTTOM: 0in; TEXT-INDENT: 0.5in" align=justify><FONT
size=2><FONT face="Arial, sans-serif">Seperti diketahui kemudian, terkait Blok
MiGas Cepu di perbatasan propinsi Jawa Tengah dan propinsi Jawa Timur,
Memorandum of Understanding ditandatangani pada tanggal 25 Juni 2005, Kontrak
Kerja Sama ditandatangani pada tanggal 17 September 2005 dan Joint Operating
Agreement ditandatangani pada tanggal 15 Maret 2006. Nah, kalau saja pemerintah
pada rentang waktu dari 12 Mei 2005 sampai dengan 24 Juni 2005 itu tidak
mengabaikan atau tidak mengesampingkan keberadaan Pernyataan Bersama 11 Mei 2005
itu, maka kini akan tidak terjadi kontroversi atau paradoks seperti tersebut
diatas itu, walaupun tidak juga dapat dipungkiri bahwasanya setelah itu ada
upaya-upaya pemulihan pragmatis yaitu antara lain mengundang penegasan investor
dari China untuk membangun Industri Energi Listrik dan investor dari Timur
Tengah untuk membangun Industri Energi MiGas di Indonesia. Bagaimanapun
upaya-upaya pemulihan ini tidak bisa serta merta membuktikan hasilnya, karena
butuh rentang waktu tertentu untuk realisasinya.</FONT></FONT></DIV>
<DIV style="MARGIN-BOTTOM: 0in; TEXT-INDENT: 0.5in" align=justify><BR></DIV>
<DIV style="MARGIN-BOTTOM: 0in; TEXT-INDENT: 0.5in" align=justify><FONT
size=2><FONT face="Arial, sans-serif">Dalam pengertian realitas kekinian,
sesungguhnya masih ada upaya lain yang dapat dilakukan sebagai gerak pemulihan
strategik yaitu antara lain berupa perbaikan bagi Nation & Character
Building. Dalam kaitan inilah, dari pengalaman empiris, Angkatan 45 telah
membuktikan dalam selang waktu 1945 s/d 1949 berhasil mempertahankan Kemerdekaan
Indonesia dari tantangan ancaman gangguan dan hambatan rekolonialisasi Belanda
atas Indonesia dengan membonceng tentara sekutu saat itu. Roh perjuangan
mempertahankan Kemerdekaan Indonesia itu kemudian ditandai sebagai Roh Kejuangan
45 yaitu Jiwa, Semangat dan Nilai-nilai 45 yang formulasinya dirintis sejak 6
Desember 1971 oleh Lembaga Pembina Jiwa 45 yang diketuai oleh Prof Sunario, SH
dengan tugas-tugas sebagai berikut : (1) Menyelidiki dan membahas sarana-sarana
dan mengumpulkan bahan-bahan data-data yang diperlukan untuk merumuskan
nilai-nilai jiwa dan semangat 45, (2) Menggali, meneruskan dan mengembangkan
Jiwa, Nilai-nilai dan Semangat 45 kepada Angkatan Muda dan Angkatan-angkatan
selanjutnya, (3) Penulisan dan penerbitan sejarah Perjuangan
45.</FONT></FONT></DIV>
<DIV style="MARGIN-BOTTOM: 0in; TEXT-INDENT: 0.5in" align=justify><BR></DIV>
<DIV style="MARGIN-BOTTOM: 0in; TEXT-INDENT: 0.5in" align=justify><FONT
size=2><FONT face="Arial, sans-serif">Momentum Sikap Nasionalisme Baru yang
mendunia itu adalah isyarat strategik bagi upaya-upaya pemulihan Nation &
Character Building mengingat bahwasanya Jiwa Semangat dan Nilai-nilai Kejuangan
45 (JSNK45) itu boleh dianggap sebagai “ideologi” bagi warga peduli bela tanah
air dan peduli kawal 9 (sembilan) Pusaka Indonesia yakni Bendera Sang Saka Merah
Putih; Sesanti Bhinneka Tunggal Ika; Soempah Pemoeda 1928; Lagu Kebangsaan
Indonesia Raya; Pancasila; Proklamasi Kemerdekaan 17 Agustus 1945; UUD 1945;
Wawasan Nusantara; Jiwa, Semangat dan Nilai2 Kejuangan 45, apalagi ditengah
tantangan, ancaman, hambatan, gangguan Doktrin McArthur-Churchill [Tabloid
Cita-cita, Oktober 2005] dan skenario RAND Corporation [Tabloid Intelijen, April
2006].</FONT></FONT></DIV>
<DIV style="MARGIN-BOTTOM: 0in; TEXT-INDENT: 0.5in" align=justify><BR></DIV>
<DIV style="MARGIN-BOTTOM: 0in; TEXT-INDENT: 0.5in" align=justify><FONT
size=2><FONT face="Arial, sans-serif">Dan warga yang bersikap demikian, boleh
disebut sebagai <B>Nasionalis 45</B> karena platformnya adalah modal pokok 9
(sembilan) Pusaka Indonesia itu, dengan lain perkataan, terbentuk dan
terpeliharanya watak, kepribadian dan Kepemimpinan Bangsa yang sesuai JSNK45
[Pasal-7 ayat-1 AD BPP JSNK45, MuBeNas XI/2001 Angkatan 45] adalah guna
menghasilkan sosok-sosok <B>Nasionalis 45</B> yang senantiasa mengemban strategi
Kemerdekaan, Kebersatuan dan Kedaulatan guna menggapai Keadilan dan Kemakmuran
bagi rakyat</FONT></FONT></DIV>
<DIV style="MARGIN-BOTTOM: 0in; TEXT-INDENT: 0.5in" align=justify><BR></DIV>
<DIV style="MARGIN-BOTTOM: 0in" align=justify><FONT
face="Arial, sans-serif"><FONT size=2>Jakarta, 7 Mei 2006</FONT></FONT></DIV>
<DIV style="MARGIN-BOTTOM: 0in" align=justify><BR></DIV>
<DIV style="MARGIN-BOTTOM: 0in" align=justify><FONT size=2><FONT
face="Arial, sans-serif">DR Ir Pandji R. Hadinoto, MH / Masyarakat Bela Tanah
Air 45 / eMail : </FONT></FONT><FONT color=#0000ff><U><A
href="mailto:masbeta45@yahoo.com"><FONT size=2><FONT
face="Arial, sans-serif">masbeta45@yahoo.com</FONT></FONT></A></U></FONT><FONT
size=2><FONT face="Arial, sans-serif"> </FONT></FONT></DIV>
<P>
<HR SIZE=1>
Talk is cheap. Use Yahoo! Messenger to make PC-to-Phone calls. <A
href="http://us.rd.yahoo.com/mail_us/taglines/postman7/*http://us.rd.yahoo.com/evt=39666/*http://messenger.yahoo.com">Great
rates starting at 1˘/min. <!-- |**|begin egp html banner|**| --><BR><BR>
<DIV
style="MARGIN-BOTTOM: 1px; WIDTH: 500px; COLOR: #909090; TEXT-ALIGN: right"><TT>SPONSORED
LINKS</TT> </DIV>
<TABLE cellSpacing=13 cellPadding=0 width=500 bgColor=#e0ecee>
<TBODY>
<TR vAlign=top>
<TD style="WIDTH: 25%"><TT><A
href="http://groups.yahoo.com/gads?t=ms&k=Conservative+politics&w1=Conservative+politics&w2=Bali+indonesia&w3=Indonesia+hotel&w4=Organizational+politics&c=4&s=97&.sig=aqQlHx9hjKCuxYDD0fUZOA">Conservative
politics</A></TT> </TD>
<TD style="WIDTH: 25%"><TT><A
href="http://groups.yahoo.com/gads?t=ms&k=Bali+indonesia&w1=Conservative+politics&w2=Bali+indonesia&w3=Indonesia+hotel&w4=Organizational+politics&c=4&s=97&.sig=29J6ykPv5mTiyYBlfdloxg">Bali
indonesia</A></TT> </TD>
<TD style="WIDTH: 25%"><TT><A
href="http://groups.yahoo.com/gads?t=ms&k=Indonesia+hotel&w1=Conservative+politics&w2=Bali+indonesia&w3=Indonesia+hotel&w4=Organizational+politics&c=4&s=97&.sig=OGSkV8BI5Is6AeCyDi7Tqw">Indonesia
hotel</A></TT> </TD></TR>
<TR vAlign=top>
<TD style="WIDTH: 25%"><TT><A
href="http://groups.yahoo.com/gads?t=ms&k=Organizational+politics&w1=Conservative+politics&w2=Bali+indonesia&w3=Indonesia+hotel&w4=Organizational+politics&c=4&s=97&.sig=ILbpGek3s_gV84wG_xFGfg">Organizational
politics</A></TT> </TD></TR></TBODY></TABLE><!-- |**|end egp html banner|**| --><!-- |**|begin egp html banner|**| --><BR>
<DIV style="WIDTH: 500px; COLOR: #909090; TEXT-ALIGN: center">
<HR style="WIDTH: 500px; BORDER-BOTTOM: 1px; TEXT-ALIGN: left">
<TT>YAHOO! GROUPS LINKS</TT> </DIV><BR>
<UL><TT>
<LI type=square> Visit your group "<A
href="http://groups.yahoo.com/group/nasional-list">nasional-list</A>" on the
web.<BR> </TT> <TT>
<LI type=square> To unsubscribe from this group, send an email
to:<BR> <A
href="mailto:nasional-list-unsubscribe@yahoogroups.com?subject=Unsubscribe">nasional-list-unsubscribe@yahoogroups.com</A><BR> </TT>
<TT>
<LI type=square> Your use of Yahoo! Groups is subject to the <A
href="http://docs.yahoo.com/info/terms/">Yahoo! Terms of Service</A>.</TT>
</LI></UL><BR>
<DIV style="WIDTH: 500px; COLOR: #909090; TEXT-ALIGN: center">
<HR style="WIDTH: 500px; BORDER-BOTTOM: 1px; TEXT-ALIGN: left">
</DIV><BR><!-- |**|end egp html banner|**| --></BODY></HTML>