<!DOCTYPE HTML PUBLIC "-//W3C//DTD HTML 4.0 Transitional//EN">
<HTML><HEAD>
<META http-equiv=Content-Type content="text/html; charset=iso-8859-1">
<META content="MSHTML 6.00.2900.2802" name=GENERATOR>
<STYLE></STYLE>
</HEAD>
<BODY>
<DIV><FONT face=Arial color=#ff0000><EM><STRONG>Ratap tangis terhadap Papua
gara-gara 43 orang minta suaka di Australia, tetapi kalau 80% dari penduduk
Papua hidup dibawah garis kemiskinan dan kerusakan lingkungan merambat sampai ke
laut Arifura diamkan dengan senyum manis.</STRONG></EM></FONT></DIV>
<DIV><STRONG><EM><FONT face=Arial
color=#ff0000></FONT></EM></STRONG> </DIV>
<DIV><FONT face=Arial size=2></FONT> </DIV>
<DIV><FONT face=Arial size=2>----- Original Message ----- </FONT>
<DIV><FONT face=Arial size=2>From: "Yap Hong Gie" <</FONT><A
href="mailto:ouwehoer@centrin.net.id"><FONT face=Arial
size=2>ouwehoer@centrin.net.id</FONT></A><FONT face=Arial
size=2>></FONT></DIV>
<DIV><FONT face=Arial size=2>To: "Posting X-PPI '77-'87" <</FONT><A
href="mailto:X-PPI_Se-Eropa77-87@yahoogroups.com"><FONT face=Arial
size=2>X-PPI_Se-Eropa77-87@yahoogroups.com</FONT></A><FONT face=Arial
size=2>>; "Posting Wahana-news" <</FONT><A
href="mailto:wahana-news@yahoogroups.com"><FONT face=Arial
size=2>wahana-news@yahoogroups.com</FONT></A><FONT face=Arial size=2>>;
"Posting Tionghoa-net" <</FONT><A
href="mailto:tionghoa-net@yahoogroups.com"><FONT face=Arial
size=2>tionghoa-net@yahoogroups.com</FONT></A><FONT face=Arial size=2>>;
"Posting Nasional-list" <</FONT><A
href="mailto:nasional-list@yahoogroups.com"><FONT face=Arial
size=2>nasional-list@yahoogroups.com</FONT></A><FONT face=Arial size=2>>;
"Posting Marinir TNI/AL" <</FONT><A href="mailto:marinir@polarhome.com"><FONT
face=Arial size=2>marinir@polarhome.com</FONT></A><FONT face=Arial size=2>>;
"Posting KIAD" <</FONT><A href="mailto:KIAD@yahoogroups.com"><FONT face=Arial
size=2>KIAD@yahoogroups.com</FONT></A><FONT face=Arial size=2>>; "Posting
IndoUsaMil" <</FONT><A href="mailto:IndoUsaMil@yahoogroups.com"><FONT
face=Arial size=2>IndoUsaMil@yahoogroups.com</FONT></A><FONT face=Arial
size=2>>; "Posting Hankam" <</FONT><A
href="mailto:hankam@yahoogroups.com"><FONT face=Arial
size=2>hankam@yahoogroups.com</FONT></A><FONT face=Arial size=2>>; "Post
PPIIndia" <</FONT><A href="mailto:ppiindia@yahoogroups.com"><FONT face=Arial
size=2>ppiindia@yahoogroups.com</FONT></A><FONT face=Arial size=2>>; "Post
MediaCare" <</FONT><A href="mailto:mediacare@yahoogroups.com"><FONT
face=Arial size=2>mediacare@yahoogroups.com</FONT></A><FONT face=Arial
size=2>></FONT></DIV>
<DIV><FONT face=Arial size=2>Sent: Thursday, April 06, 2006 12:31
PM</FONT></DIV>
<DIV><FONT face=Arial size=2>Subject: [ppiindia] [detiknews] Front Pepera Akui
Adanya Dukungan Australia</FONT></DIV></DIV>
<DIV><FONT face=Arial><BR><FONT size=2></FONT></FONT></DIV><FONT face=Arial
size=2>> </FONT><A
href="http://www.detiknews.com/index.php/detik.read/tahun/2006/bulan/04/tgl/06/time/094903/idnews/571708/idkanal/10"><FONT
face=Arial
size=2>http://www.detiknews.com/index.php/detik.read/tahun/2006/bulan/04/tgl/06/time/094903/idnews/571708/idkanal/10</FONT></A><BR><FONT
face=Arial size=2>> <BR>> <BR>> Kamis, 06/04/2006 09:49 WIB<BR>>
Front Pepera Akui Adanya Dukungan Australia<BR>> Nurfajri Budi Nugroho -
detikcom<BR>> <BR>> Jakarta - Australia dituding berada di balik gerakan
separatis Papua. Juru <BR>> bicara Front Persatuan Perjuangan Rakyat Papua
Barat (Front Pepera PB) <BR>> Arkilaus Baho mengakui adanya dukungan dari
Australia. Dukungan tersebut <BR>> antara lain berupa dukungan secara
moril.<BR>> <BR>> "Tapi sejak hubungan itu diputuskan oleh aparat
intelijen dari Indonesia, <BR>> tidak ada lagi donor dari luar," terang
Arkilaus saat dihubungi detikcom <BR>> melalui sambungan telepon, Kamis
(6/4/2006).<BR>> <BR>> Arkilaus berpendapat gerakan separatisme bukanlah
merupakan hal yang tabu <BR>> dalam kehidupan berdemokrasi. Manurutnya,
setiap bangsa berhak menentukan <BR>> nasibnya sendiri.<BR>> <BR>>
"Perjuangan untuk membebaskan diri itu kan cita-cita bangsa di seluruh <BR>>
dunia. Separatis itu bukan hal yang tabu bagi perjuangan demokrasi," katanya
<BR>> berpendapat.<BR>> <BR>> Arkilaus menilai, selama ini ada arogansi
dari pihak-pihak yang menentang <BR>> gerakan separatis di Papua. Perjuangan
membela HAM seringkali dituding <BR>> sebagai gerakan separatis.<BR>>
<BR>> "Orang mau bebas kok ditahan-tahan. Kami mendukung perjuangan yang
<BR>> menyeluruh<BR>> oleh rakyat Papua," tukasnya.<BR>> <BR>>
Dirinya mengklaim, saat ini 99 persen warga Papua tidak merasa sebagai <BR>>
bagian dari NKRI. Fakta tersebut diakuinya berasal dari hasil penelitian
<BR>> yang dilakukan oleh lembaga-lembaga internasional maupun anggota front
<BR>> perjuangan di Papua.<BR>> <BR>> Apakah Front Pepera PB masuk
dalam bagian gerakan separatis itu? "Front <BR>> Pepera PB adalah organisasi
yang menyuarakan hak-hak rakyat Papua. Dan <BR>> faktanya rakyat Papua
menginginkan kemerdekaan," kilah Arkilaus.<BR>> <BR>> Saat ditanya
kemungkinan melunaknya sikap gerakan separatis jika pemerintah <BR>> mampu
memenuhi kesejahteraan yang diharapkan rakyat Papua, hal tersebut <BR>> sudah
tidak mungkin lagi. "Tidak mungkin, karena terlalu kronis. Buktinya <BR>>
saja kebijakan pemerintah di Papua selalu ditolak terus," ujarnya yakin.<BR>>
<BR>> Sebelumnya, kalangan DPR membeberkan adanya jaringan internasional di
<BR>> Australia yang memberikan dukungan terhadap gerakan separatis Papua.
<BR>> Jaringan tersebut melibatkan parlemen, LSM, gereja serta dunia kampus
di <BR>> Australia.<BR>> Sebuah LSM lokal Indonesia pun dituding terlibat
dalam jaringan <BR>> tersebut.(fjr)<BR>> <BR>>
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~<BR>> <BR>> </FONT><A
href="http://www.detiknews.com/index.php/detik.read/tahun/2006/bulan/04/tgl/06/time/081816/idnews/571617/idkanal/10"><FONT
face=Arial
size=2>http://www.detiknews.com/index.php/detik.read/tahun/2006/bulan/04/tgl/06/time/081816/idnews/571617/idkanal/10</FONT></A><BR><FONT
face=Arial size=2>> <BR>> <BR>> Kamis, 06/04/2006 08:18 WIB<BR>>
Anggota DPR Beberkan Jaringan Pendukung Separatis di Papua<BR>> Nurfajri Budi
Nugroho - detikcom<BR>> <BR>> Jakarta - Beberapa anggota DPR yang
berencana menemui parlemen Australia<BR>> membeberkan jaringan yang
memberikan dukungan terhadap gerakan separatis di<BR>> Papua.<BR>>
<BR>> Jaringan tersebut melibatkan LSM, anggota parlemen, gereja serta
beberapa<BR>> universitas di Australia. Sebuah LSM lokal Indonesia pun
dianggap turut<BR>> berperan.<BR>> <BR>> "Kami terpaksa harus
memberikan data seperti ini. Agar semua sadar bahwa<BR>> ancaman nyata
separatis sudah di depan mata," ujar anggota Komisi I DPR dari<BR>> FPDIP
Effendi MS Simbolon saat dihubungi detikcom, Kamis (6/4/2006).<BR>> <BR>>
Dalam bagan mengenai jaringan pendukung separatis Papua di Australia,<BR>>
diungkapkan pada tanggal 25 Oktober 2000, Direktur Lembaga Study dan<BR>>
Advokasi Hak Asasi Manusia (ELSHAM) Papua, John Rumbiak menandatangani<BR>>
MoU dengan Greg Sword.<BR>> <BR>> Inti dari MoU tersebut adalah dukungan
bagi setiap aktivitas gerakan<BR>> separatis Papua. Greg merupakan anggota
parlemen tingkat negara bagian<BR>> Melbourne dari Partai Buruh.<BR>>
<BR>> Selanjutnya, sejak tahun 2000, Ketua Partai Hijau Australia Bob Brown
aktif<BR>> memotori terbentuknya Parliamentary Group on West Papua.<BR>>
<BR>> Pada tahun 2003, Bob yang juga seorang senator mengkampanyekan
masuknya<BR>> beberapa submisi kepada parlemen Australia.<BR>> <BR>>
Tema yang diangkat adalah pelurusan sejarah Irian Jaya dan penentuan
nasib<BR>> sendiri bagi rakyat Irian Jaya.<BR>> <BR>> Selain itu,
disebut juga nama Senator Kerry Nettle, anggota parlemen dari<BR>> Partai
Hijau. Dia turut memperjuangkan suaka politik bagi 42 warga Papua.<BR>>
Bahkan, pada 2 April lalu Nettle mendapatkan penghargaan "Mahkota Papua"<BR>>
dari kelompok pro-separatis di Sydney.<BR>> <BR>> Dari Partai Demokrat
Australia, disebut Senator Andrew Barlet yang mendukung<BR>> kampanye
penentuan nasib (self determination) bagi rakyat Irian Jaya. Barlet<BR>> juga
pernah mengirimkan surat kepada Sekjen PBB untuk meninjau kembali<BR>>
keabsahan PEPERA 1969.<BR>> <BR>> Parliamentary Group on West Papua yang
dimotori oleh Bob Brown juga<BR>> didukung oleh organisasi internasional
seperti Asia Pacific Human Rights <BR>> Network<BR>> (APHRN), West Papua
Action Australia (WPA-A), Action in Solidarity With<BR>> East Timor (ASIET),
Australian Council for Overseas Aid (ACFOA), East Timor<BR>> Action Network
(ETAN) dan The Centre for People and Conflict Studies The<BR>> Unversity of
Sydney.<BR>> <BR>> Lembaga yang terakhir disebut memiliki proyek yang
disebut West Papua<BR>> Project (WPP) dan dipimpin oleh Prof Stuart
Rees.<BR>> <BR>> Seorang peneliti dan penulis tentang Indonesia Prof Denis
Leith juga turut<BR>> memberikan dukungan terhadap pro kemerdekaan Papua
dengan cara membantu<BR>> penggalangan dana bagi WPP.<BR>> <BR>> Tidak
ketinggalan, media massa Australia pun juga turut berperan. Christ<BR>>
Richard, seorang redaktur pada New Internationalist Magazine, Australia,<BR>>
turut aktif membantu penyelenggaraan seminar tentang Papua di Australia.<BR>>
<BR>> Salah satu seminar yang pernah diselenggarakan bertempat di Gedung
Dewan<BR>> Serikat Buruh, di Victoria. Seminar tersebut diselenggarakan pada
25-26<BR>> Februari 2003 bertajuk West Papua Features.<BR>> <BR>>
Selain nama-nama dan organisasi yang disebut di atas, diungkap juga<BR>>
nama-nama Duncan Ken (anggota parlemen Australia dari Tasmania),<BR>> Susan
Conely (Persekutuan Gereja Australia), John Barr (bekas Ketua<BR>> Uniting
Church).<BR>> <BR>> Pada tanggal 2 April 2006 lalu, bendera "Bintang
Kejora" juga sempat<BR>> dikibarkan oleh West Papua Association (AWPA) di
Sydney.<BR>> Pengibaran bendera tersebut dihadiri oleh lebih dari 100 orang
peserta.<BR>> <BR>> Saat ditanya mengenai keterlibatan Partai Liberal
Australia dalam gerakan<BR>> separatis Papua, Effendi MS Simbolon mengaku
belum memiliki data-data<BR>> keterlibatan partai berkuasa itu.<BR>>
<BR>> "Hingga saat ini masih tiga partai saja yang diduga. Kita berharap
Partai<BR>> Liberal yang sekarang berkuasa masih konsisten mendukung kita.
Kita juga<BR>> masih akan mencek apakah ini berdasar partai atau perorangan,"
demikian<BR>> Effendi.(fjr)<BR>> <BR>>
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~<BR>> <BR>> <BR>> </FONT><A
href="http://www.detiknews.com/index.php/detik.read/tahun/2006/bulan/04/tgl/06/time/070120/idnews/571517/idkanal/10"><FONT
face=Arial
size=2>http://www.detiknews.com/index.php/detik.read/tahun/2006/bulan/04/tgl/06/time/070120/idnews/571517/idkanal/10</FONT></A><BR><FONT
face=Arial size=2>> <BR>> <BR>> Kamis, 06/04/2006 07:01 WIB<BR>>
DPR: Separatis Papua Didukung Jaringan di Australia<BR>> Nurfajri Budi
Nugroho - detikcom<BR>> <BR>> Jakarta - Dugaan adanya elemen di
Australia yang turut mendukung gerakan<BR>> separatis di Papua semakin kuat.
Bahkan gerakan tersebut didukung oleh<BR>> jaringan yang berskala
internasional di Australia.<BR>> <BR>> "Data yang kami olah dan kami
himpun dari berbagai sumber sangat akurat.<BR>> Data tersebut berisi
keterlibatan peran-peran para pihak yang selama ini<BR>> memberi dukungan
aktif separatis di Papua," ujar anggota Komisi I DPR dari<BR>> FPDIP Effendi
MS Simbolon, saat dihubungi detikcom, Kamis (6/4/2006).<BR>> <BR>>
Ditambahkannya, gerakan Papua merdeka telah lama membangun jaringan<BR>>
internasional. Fokus dan konsentrasi mereka adalah pada gerakan politik
yang<BR>> menggalang dukungan dari dunia internasional.<BR>> <BR>> "Di
bulan ini saja berbagai seminar internasional yang mendeklarasi dan<BR>>
melaunching dirinya mendukung gerakan separatis telah diselenggarakan,"<BR>>
ungkapnya.<BR>> <BR>> Gerakan separatis tersebut, tambah Effendi,
menggalang kampanye<BR>> internasional untuk menuntut penentuan nasib menuju
kemerdekaan.<BR>> <BR>> "Self determination untuk menuju kemerdekaan yang
mereka inginkan. Mereka<BR>> menginginkan adanya referendum,"
imbuhnya.<BR>> <BR>> Effendi kemudian menceritakan, pertemuan dengan
beberapa senator Amerika<BR>> yang tergabung dalam kaukus hitam (black
caucus). Kaukus ini bergerak secara<BR>> nyata dalam dukungannya kepada pro
separatis.<BR>> <BR>> "Mereka sangat transparan sekali mendukung
separatis. Ini sudah konspirasi<BR>> internasional," tukasnya.(fjr)<BR>>
<BR>> İİ 2006 detikcom, All Rights Reserved<BR>> <BR>> <BR>>
<BR>> <BR>>
***************************************************************************<BR>>
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. </FONT><A
href="http://groups.yahoo.com/group/ppiindia"><FONT face=Arial
size=2>http://groups.yahoo.com/group/ppiindia</FONT></A><BR><FONT face=Arial
size=2>>
***************************************************************************<BR>>
__________________________________________________________________________<BR>>
Mohon Perhatian:<BR>> <BR>> 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung
SARA (kecuali sbg otokritik)<BR>> 2. Pesan yg akan direply harap dihapus,
kecuali yg akan dikomentari.<BR>> 3. Reading only, </FONT><A
href="http://dear.to/ppi"><FONT face=Arial
size=2>http://dear.to/ppi</FONT></A><FONT face=Arial size=2> <BR>> 4. Satu
email perhari: </FONT><A href="mailto:ppiindia-digest@yahoogroups.com"><FONT
face=Arial size=2>ppiindia-digest@yahoogroups.com</FONT></A><BR><FONT face=Arial
size=2>> 5. No-email/web only: </FONT><A
href="mailto:ppiindia-nomail@yahoogroups.com"><FONT face=Arial
size=2>ppiindia-nomail@yahoogroups.com</FONT></A><BR><FONT face=Arial
size=2>> 6. kembali menerima email: </FONT><A
href="mailto:ppiindia-normal@yahoogroups.com"><FONT face=Arial
size=2>ppiindia-normal@yahoogroups.com</FONT></A><BR><FONT face=Arial
size=2>> <BR>> Yahoo! Groups Links<BR>> <BR>> <*> To
visit your group on the web, go to:<BR>> </FONT><A
href="http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/"><FONT face=Arial
size=2>http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/</FONT></A><BR><FONT face=Arial
size=2>> <BR>> <*> To unsubscribe from this group, send an email
to:<BR>> </FONT><A
href="mailto:ppiindia-unsubscribe@yahoogroups.com"><FONT face=Arial
size=2>ppiindia-unsubscribe@yahoogroups.com</FONT></A><BR><FONT face=Arial
size=2>> <BR>> <*> Your use of Yahoo! Groups is subject
to:<BR>> </FONT><A
href="http://docs.yahoo.com/info/terms/"><FONT face=Arial
size=2>http://docs.yahoo.com/info/terms/</FONT></A><BR><FONT face=Arial
size=2>> <BR>> <BR>> <BR>></FONT></BODY></HTML>