<!DOCTYPE HTML PUBLIC "-//W3C//DTD HTML 4.0 Transitional//EN">
<HTML xmlns:o = "urn:schemas-microsoft-com:office:office" xmlns:st1 =
"urn:schemas-microsoft-com:office:smarttags"><HEAD>
<META http-equiv=Content-Type content="text/html; charset=big5">
<META content="MSHTML 6.00.2900.2180" name=GENERATOR>
<STYLE></STYLE>
</HEAD>
<BODY bgColor=#ffffff>
<DIV> </DIV>
<DIV style="FONT: 10pt arial">----- Original Message -----
<DIV style="BACKGROUND: #e4e4e4; font-color: black"><B>From:</B> <A
title=SADAR@netvigator.com href="mailto:SADAR@netvigator.com">HKSIS</A> </DIV>
<DIV><B>To:</B> <A title=HKSIS@yahoogroups.com
href="mailto:HKSIS@yahoogroups.com">HKSIS-Group</A> </DIV>
<DIV><B>Sent:</B> Friday, December 30, 2005 10:43 AM</DIV>
<DIV><B>Subject:</B> [nasional-list] Membantah Imajinasi Antonie CA Dake Tentang
Dalang G30S (1 - 7)</DIV></DIV>
<DIV><BR></DIV>
<DIV><FONT face="Bookman Old Style">
<DIV style="FONT: 10pt arial">----- Original Message -----
<DIV style="BACKGROUND: #e4e4e4; font-color: black"><B>From:</B> <A
title=a.supardi@chello.nl href="mailto:a.supardi@chello.nl">A.Supardi</A> </DIV>
<DIV><B>To:</B> </DIV>
<DIV><B>Sent:</B> Thursday, December 29, 2005 10:31 PM</DIV>
<DIV><B>Subject:</B> Membantah Imajinasi Antonie CA Dake Tentang Dalang
G30S</DIV></DIV>
<DIV><BR></DIV>
<DIV class=Section1>
<P class=MsoNormal><FONT face=Arial size=2><SPAN
style="FONT-SIZE: 10pt; FONT-FAMILY: Arial"><A
href="http://www.rakyatmerdeka.co.id/edisicetak/?pilih=lihat&id=7303">http://www.rakyatmerdeka.co.id/edisicetak/?pilih=lihat&id=7303</A><BR><BR></SPAN></FONT><FONT
size=5><B style="mso-bidi-font-weight: normal"><FONT face=Arial><SPAN
style="FONT-WEIGHT: bold; FONT-SIZE: 16pt; FONT-FAMILY: Arial; mso-bidi-font-weight: normal">Ngapain
<SPAN class=GramE>Bung K</SPAN>arno Meng-Coup Dirinya
Sendiri</SPAN></FONT></B><B style="mso-bidi-font-weight: normal"><FONT
face=Arial><SPAN
style="FONT-WEIGHT: bold; FONT-SIZE: 10pt; FONT-FAMILY: Arial; mso-bidi-font-weight: normal">
</SPAN></FONT></B></FONT><FONT face=Arial><SPAN
style="FONT-SIZE: 10pt; FONT-FAMILY: Arial"><BR></SPAN></FONT><FONT face=Arial
size=1><SPAN style="FONT-SIZE: 8pt; FONT-FAMILY: Arial">Rakyat Merdeka, Sabtu,
24 Desember 2005<BR><BR style="mso-special-character: line-break"><BR
style="mso-special-character: line-break"></SPAN></FONT><FONT face=Arial
size=2><SPAN
style="FONT-SIZE: 10pt; FONT-FAMILY: Arial"><o:p></o:p></SPAN></FONT></P>
<P class=MsoNormal><I style="mso-bidi-font-style: normal"><FONT face=Arial><SPAN
style="FONT-SIZE: 10pt; FONT-STYLE: italic; FONT-FAMILY: Arial; mso-bidi-font-style: normal"><FONT
size=3><STRONG><FONT size=5>Membantah Imajinasi Antonie CA Dake Tentang Dalang
G30S (1)<BR></FONT></STRONG><BR style="mso-special-character: line-break"><BR
style="mso-special-character: line-break"><o:p></o:p></FONT></SPAN></FONT></I></P>
<P class=MsoNormal><FONT face=Arial><SPAN
style="FONT-SIZE: 10pt; FONT-FAMILY: Arial"><FONT size=3>Catatan <B
style="mso-bidi-font-weight: normal"><SPAN
style="FONT-WEIGHT: bold; mso-bidi-font-weight: normal">Burhan Azis</SPAN></B>
dan <B style="mso-bidi-font-weight: normal"><SPAN
style="FONT-WEIGHT: bold; mso-bidi-font-weight: normal">A Supardi
Adiwidjaya</SPAN></B> Di Belanda<BR><BR>17 <SPAN class=GramE>November</SPAN>
2005 lalu, di Wisma Kodel, Kuningan, Jakarta, Prof Antonie CA Dake
(sarjana sejarah, kelahiran Amsterdam, Belanda, 1929) meluncurkan buku
berjudul <I style="mso-bidi-font-style: normal"><SPAN
style="FONT-STYLE: italic; mso-bidi-font-style: normal">¡§Soekarno File,
Berkas-berkas Soekarno 1965-1967, Kronologi Suatu Keruntuhan¡¨.</SPAN></I>
Kesimpulan buku itu: ¡§Sukarno adalah Dalang G30S¡¨. Antonie Dake menulis:
¡§...presiden pertama Indonesia itu merupakan biang yang sebenarnya dari apa yang
terjadi pada paruh akhir tahun 1965¡¨. (Antonie CA Dake, ¡§Soekarno File,
Berkas-berkas Sukarno 1965-1967, Kronologi Suatu Keruntuhan¡¨, Penerbit Aksara
Karunia, Jakarta, 2005, h 4). Pendapat Dake tersebut diperjelas lagi dalam
wawancaranya dengan wartawan Gatra: ¡§ ¡K. <SPAN class=GramE>ia</SPAN> (maksudnya
Soekarno --penulis) adalah orang yang merancang gerakan ini dengan memakai PKI¡¨
(Lihat Gatra, Nomor 3, 28/11/2005). <o:p></o:p></FONT></SPAN></FONT></P>
<P class=MsoNormal><FONT face=Arial><SPAN
style="FONT-SIZE: 10pt; FONT-FAMILY: Arial"><BR><FONT size=3>KESIMPULAN Dake
tersebut diberikan dengan menampik segala kemungkinan lainnya. Dake menyatakan:
¡§Suharto tidak tahu rencana kudeta itu. Dia hanya memberi reaksi sebagai
tentara, Panglima Kostrad¡¨. Lebih lanjut, Dake <SPAN class=GramE>juga</SPAN>
membantah, ¡§mereka (maksudnya CIA --penulis) tidak tahu siapa Suharto dan di
posisi mana dia? Mereka tidak punya <I style="mso-bidi-font-style: normal"><SPAN
style="FONT-STYLE: italic; mso-bidi-font-style: normal">curriculum
vitae</SPAN></I>-nya.¡¨ Di tempat lain, Dake mengatakan, ¡§tak ada alasan menyebut
lagi PKI (sebagai otak G30S -penulis. <SPAN class=GramE>Lihat</SPAN> ¡§Soekarno
File, h 4).<BR>Menjawab pertanyaan siapa dalang G30S, patut dikemukakan,
Pemerintahan Orde Baru (Orba) Suharto cq Sekretariat Negara RI telah menerbitkan
BUKU PUTIH (tahun 1994) dengan judul <I
style="mso-bidi-font-style: normal"><SPAN
style="FONT-STYLE: italic; mso-bidi-font-style: normal">Gerakan 30 <SPAN
class=GramE>September</SPAN> Pemberontakan Partai Komunis Indonesia. Latar
Belakang, Aksi, dan Penumpasannya.</SPAN></I> Dalam kata pengantarnya, Buku
Putih tersebut disusun sebagai dokumen kenegaraan resmi untuk menunjang
pelaksanaan ketetapan MPR(S) ¡V TAP <SPAN class=GramE>nomor</SPAN> XXV/MPRS/1966
yang melarang selama-lamanya ideologi Marxisme-Leninisme-Komunisme dan Partai
Komunis Indonesia. Dalam Buku Putih tersebut disimpulkan, dalang peristiwa G30S
adalah PKI. Khusus tentang peranan Bung Karno, dalam <SPAN
class=GramE>bab</SPAN> VII BUKU PUTIH tersebut berdasarkan TAP MPRS
No.XXXIII/1967 Presiden Pertama RI dituduh terlibat dalam
G30S.<o:p></o:p></FONT></SPAN></FONT></P>
<P class=MsoNormal><FONT face=Arial><SPAN
style="FONT-SIZE: 10pt; FONT-FAMILY: Arial"><BR><FONT size=3>Sehubungan dengan
ini, lewat tulisan Bung Karno Tidak Merestui dan Tidak Terlibat G-30-S/PKI
penulis menegaskan beberapa hal. Pertama, dengan kedudukannya sebagai Presiden
Seumur Hidup/Pangti ABRI/Pemimpin Besar Revolusi Indonesia pada periode tahun
1959-1965 di mana kekuasaan berada di tangan Bung Karno sepenuhnya, maka untuk
¡§menyingkirkan¡¨ perwira-perwira tinggi, baik di jajaran Angkatan Darat maupun
lainnya, dia dapat melakukannya dengan tidak usah mengadakan tindakan
¡§misterius¡¨, apalagi membuat ¡§gerakan¡¨. Kedua, gerakan 30 <SPAN
class=GramE>September</SPAN> 1965 adalah gerakan yang dengan dalih melindungi
Presiden Sukarno dari coup yang akan dilakukan Dewan Jenderal terhadap Bung
Karno, dengan membentuk Dewan Revolusi, mendemisionerkan Kabinet/Pemerintahan
Presiden Sukarno, menghapus pangkat kemiliteran di atas Letnan Kolonel,
sebenarnya telah bertindak meng-coup Pemerintahan RI yang sah di bawah pimpinan
Presiden Sukarno. Bila Bung Karno dituduh dalangnya atau terlibat dalam G30S,
untuk apa Bung Karno meng-coup dirinya sendiri? (Merdeka, Rabu, 30 Nopember
1994).<BR><BR style="mso-special-character: line-break"><BR
style="mso-special-character: line-break"><o:p></o:p></FONT></SPAN></FONT></P>
<P class=MsoNormal><FONT face=Arial><SPAN
style="FONT-SIZE: 10pt; FONT-FAMILY: Arial"><FONT size=3>Sedang Manai Sophiaan
dalam bukunya Kehormatan Bagi yang Berhak. Bung Karno Tidak terlibat G30S/PKI
merujuk pada analisis tajam, yang dikemukakan Bung Karno dalam ¡§Pelengkap
Nawaksara¡¨, yang disampaikannya kepada MPRS 10 <SPAN class=GramE>Januari</SPAN>
1967 sebagai Pelengkap ¡§Amanat Nawaksara¡¨ mengenai terjadinya G30S, sebagai
berikut: ¡¨Berdasarkan penyelidikanku yang seksama, menunjukkan bahwa peristiwa
Gerakan 30 September itu, ditimbulkan oleh pertemuannya tiga sebab. Pertama,
Keblingeran pimpinan PKI; Dua, Kelihaian subversi Nekolim; Tiga, Memang adanya
oknum-oknum yang tidak benar.<BR><BR
style="mso-special-character: line-break"><BR
style="mso-special-character: line-break"><o:p></o:p></FONT></SPAN></FONT></P>
<P class=MsoNormal><FONT face=Arial size=2><SPAN
style="FONT-SIZE: 10pt; FONT-FAMILY: Arial"><FONT size=3>Menurut Manai Sophiaan,
keblingeran pemimpin-pemimpin PKI, diakui tokoh-tokoh PKI sendiri (diuraikan
pada <SPAN class=GramE>bab</SPAN> berikut dalam bukunya). Kelihaian subversi
Nekolim, dibenarkan begitu banyak pengakuan tokoh-tokoh Barat dan Amerika, dan
dokumen-dokomen resmi yang terungkap mengenai keterlibatan Amerika Serikat dan
CIA di Indonesia (Manai <SPAN class=GramE>Sophiaan, </SPAN><I
style="mso-bidi-font-style: normal"><SPAN
style="FONT-STYLE: italic; mso-bidi-font-style: normal">Kehormatan Bagi Yang
Berhak, Bung Karno Tidak Terlibat G30S/PKI, Jakarta, 1994, h
51-52)</SPAN></I>.</FONT> </SPAN></FONT><B
style="mso-bidi-font-weight: normal"><FONT face=Arial size=2><SPAN lang=EN-GB
style="FONT-WEIGHT: bold; FONT-SIZE: 10pt; FONT-FAMILY: Arial; mso-bidi-font-weight: normal; mso-ansi-language: EN-GB">RM<o:p></o:p></SPAN></FONT></B></P>
<P class=MsoNormal><B style="mso-bidi-font-weight: normal"><FONT face=Arial
size=2><SPAN lang=EN-GB
style="FONT-WEIGHT: bold; FONT-SIZE: 10pt; FONT-FAMILY: Arial; mso-bidi-font-weight: normal; mso-ansi-language: EN-GB"><o:p></o:p></SPAN></FONT></B></P>
<P class=MsoNormal><B style="mso-bidi-font-weight: normal"><I
style="mso-bidi-font-style: normal"><FONT face=Arial size=2><SPAN lang=EN-GB
style="FONT-WEIGHT: bold; FONT-SIZE: 10pt; FONT-STYLE: italic; FONT-FAMILY: Arial; mso-bidi-font-weight: normal; mso-bidi-font-style: normal; mso-ansi-language: EN-GB">(<SPAN
class=GramE>bersambung</SPAN>)</SPAN></FONT></I></B><FONT face=Arial
size=2><SPAN lang=EN-GB
style="FONT-SIZE: 10pt; FONT-FAMILY: Arial; mso-ansi-language: EN-GB">
<o:p></o:p></SPAN></FONT></P>
<P class=MsoNormal><FONT face=Arial size=2><SPAN lang=EN-GB
style="FONT-SIZE: 10pt; FONT-FAMILY: Arial; mso-ansi-language: EN-GB"><BR></SPAN></FONT><SPAN
class=judul1><B style="mso-ansi-font-weight: normal"><FONT face=Arial
color=#000033 size=2><SPAN
style="FONT-WEIGHT: normal; FONT-SIZE: 10pt; mso-bidi-font-weight: bold"><A
href="http://www.rakyatmerdeka.co.id/edisicetak/?pilih=lihat&id=7358"><SPAN
lang=EN-GB
style="mso-bidi-font-weight: normal; mso-ansi-language: EN-GB">http://www.rakyatmerdeka.co.id/edisicetak/?pilih=lihat&id=7358</SPAN></A></SPAN></FONT></B></SPAN><SPAN
class=judul1><B style="mso-ansi-font-weight: normal"><FONT face=Arial
color=#000033 size=2><SPAN lang=EN-US
style="FONT-WEIGHT: normal; FONT-SIZE: 10pt; mso-bidi-font-weight: bold; mso-ansi-language: EN-US"><o:p></o:p></SPAN></FONT></B></SPAN></P>
<P class=MsoNormal><B style="mso-bidi-font-weight: normal"><FONT face=Arial
size=4><SPAN lang=EN-GB
style="FONT-WEIGHT: bold; FONT-SIZE: 14pt; FONT-FAMILY: Arial; mso-bidi-font-weight: normal; mso-ansi-language: EN-GB"><FONT
size=5>Soekarno File, Buku Drama Fiktif</FONT></SPAN></FONT></B><FONT
face=Arial><SPAN lang=EN-GB
style="FONT-SIZE: 10pt; FONT-FAMILY: Arial; mso-ansi-language: EN-GB"><BR></SPAN></FONT><FONT
face=Arial size=1><SPAN lang=EN-GB
style="FONT-SIZE: 8pt; FONT-FAMILY: Arial; mso-ansi-language: EN-GB">Rakyat
Merdeka, Minggu, 25 Desember 2005</SPAN></FONT><FONT face=Arial size=2><SPAN
lang=EN-GB
style="FONT-SIZE: 10pt; FONT-FAMILY: Arial; mso-ansi-language: EN-GB">
</SPAN></FONT><st1:time Hour="0" Minute="55"><SPAN class=GramE><SPAN
class=kalender1><FONT face=Arial size=1><SPAN lang=EN-GB
style="FONT-SIZE: 8pt; mso-ansi-language: EN-GB">00:55:37</SPAN></FONT></SPAN></SPAN></st1:time><SPAN
class=GramE><SPAN class=kalender1><FONT face=Arial size=1><SPAN lang=EN-GB
style="FONT-SIZE: 8pt; mso-ansi-language: EN-GB">
:</SPAN></FONT></SPAN></SPAN><SPAN class=kalender1><FONT face=Arial size=1><SPAN
lang=EN-GB style="FONT-SIZE: 8pt; mso-ansi-language: EN-GB"> WIB<SPAN
style="mso-spacerun: yes"> </SPAN></SPAN></FONT></SPAN><FONT face=Arial
size=2><SPAN lang=EN-GB
style="FONT-SIZE: 10pt; FONT-FAMILY: Arial; mso-ansi-language: EN-GB"><BR><BR
style="mso-special-character: line-break"><BR
style="mso-special-character: line-break"></SPAN></FONT><SPAN lang=EN-GB
style="mso-ansi-language: EN-GB"><o:p></o:p></SPAN></P>
<P class=MsoNormal><I style="mso-bidi-font-style: normal"><FONT face=Arial><SPAN
lang=EN-GB
style="FONT-SIZE: 10pt; FONT-STYLE: italic; FONT-FAMILY: Arial; mso-bidi-font-style: normal; mso-ansi-language: EN-GB"><FONT
size=3><STRONG><FONT size=5>Membantah Imajinasi Antonie CA Dake Tentang Dalang
G30S (2)</FONT></STRONG><BR><BR style="mso-special-character: line-break"><BR
style="mso-special-character: line-break"><o:p></o:p></FONT></SPAN></FONT></I></P>
<P class=MsoNormal><FONT face=Arial><SPAN lang=EN-GB
style="FONT-SIZE: 10pt; FONT-FAMILY: Arial; mso-ansi-language: EN-GB"><FONT
size=3>Catatan <B style="mso-bidi-font-weight: normal"><SPAN
style="FONT-WEIGHT: bold; mso-bidi-font-weight: normal">Burhan Azis</SPAN></B>
dan <B style="mso-bidi-font-weight: normal"><SPAN
style="FONT-WEIGHT: bold; mso-bidi-font-weight: normal">A Supardi
Adiwidjaya</SPAN></B> Di Belanda <BR><BR
style="mso-special-character: line-break"><BR
style="mso-special-character: line-break"><o:p></o:p></FONT></SPAN></FONT></P>
<P class=MsoNormal><FONT size=3><FONT face=Arial><SPAN lang=EN-GB
style="FONT-SIZE: 10pt; FONT-FAMILY: Arial; mso-ansi-language: EN-GB">Dalam
konteks tiga poin ¡§Pelengkap Nawaksara¡¨ tersebut, menarik <SPAN
class=GramE>apa</SPAN> yang dikemukakan sejarawan dan peneliti senior LIPI Dr
Asvi Warman Adam. <SPAN class=GramE>Menurutnya, faktor pertama disebabkan Biro
Khusus PKI yang dipimpin Sjam Kamaruzaman.</SPAN> <SPAN class=GramE>Kedua,
berkenaan keterlibatan pihak asing ¡V seperti AS ¡V dalam peristiwa 1965.</SPAN>
<SPAN class=GramE>Sedangkan ¡§oknum yang tidak benar¡¨ itu bisa saja berasal dari
AD (Angkatan Darat) seperti Soeharto atau pihak AURI sendiri seperti perwira
yang kontroversial Mayor Sujono.</SPAN> (<SPAN class=GramE>lihat</SPAN> buku<I
style="mso-bidi-font-style: normal"><SPAN
style="FONT-STYLE: italic; mso-bidi-font-style: normal">: Gerakan
</SPAN></I></SPAN></FONT><st1:date Month="9" Day="30" Year="1965"><I
style="mso-bidi-font-style: normal"><FONT face=Arial><SPAN lang=EN-GB
style="FONT-SIZE: 10pt; FONT-STYLE: italic; FONT-FAMILY: Arial; mso-bidi-font-style: normal; mso-ansi-language: EN-GB">30
September 1965</SPAN></FONT></I></st1:date><I
style="mso-bidi-font-style: normal"><FONT face=Arial><SPAN lang=EN-GB
style="FONT-SIZE: 10pt; FONT-STYLE: italic; FONT-FAMILY: Arial; mso-bidi-font-style: normal; mso-ansi-language: EN-GB">.
<SPAN class=GramE>Kesaksian Letkol (PNB) Heru
Atmodjo.</SPAN></SPAN></FONT></I><FONT face=Arial><SPAN lang=EN-GB
style="FONT-SIZE: 10pt; FONT-FAMILY: Arial; mso-ansi-language: EN-GB">
</SPAN></FONT><st1:City><st1:place><SPAN class=GramE><FONT face=Arial><SPAN
lang=EN-GB
style="FONT-SIZE: 10pt; FONT-FAMILY: Arial; mso-ansi-language: EN-GB">Jakarta</SPAN></FONT></SPAN></st1:place></st1:City><SPAN
class=GramE><FONT face=Arial><SPAN lang=EN-GB
style="FONT-SIZE: 10pt; FONT-FAMILY: Arial; mso-ansi-language: EN-GB">: PEC,
2004, h xxvi).</SPAN></FONT></SPAN></FONT><FONT face=Arial><SPAN lang=EN-GB
style="FONT-SIZE: 10pt; FONT-FAMILY: Arial; mso-ansi-language: EN-GB"><FONT
size=3> <BR><BR style="mso-special-character: line-break"><BR
style="mso-special-character: line-break"><o:p></o:p></FONT></SPAN></FONT></P>
<P class=MsoNormal><FONT face=Arial><SPAN lang=EN-GB
style="FONT-SIZE: 10pt; FONT-FAMILY: Arial; mso-ansi-language: EN-GB"><FONT
size=3>SETELAH jatuhnya pemerintahan Orba oleh gerakan reformasi dimana
terdapat<SPAN class=GramE> kebebasan</SPAN> berbicara dan kebebasan pers,
muncullah berbagai bahan mengenai peristiwa G30S, baik yang ditulis pelaku
kejadian, para korban maupun para ahli sejarah dalam dan luar negeri. <BR><BR
style="mso-special-character: line-break"><BR
style="mso-special-character: line-break"><o:p></o:p></FONT></SPAN></FONT></P>
<P class=MsoNormal><FONT size=3><SPAN class=GramE><FONT face=Arial><SPAN
lang=EN-GB
style="FONT-SIZE: 10pt; FONT-FAMILY: Arial; mso-ansi-language: EN-GB">Berdasar
bahan-bahan tersebut, yang memberikan berbagai variasi mengenai siapa sebenarnya
dalang peristiwa G30S, pemerintah
</SPAN></FONT></SPAN><st1:country-region><st1:place><SPAN class=GramE><FONT
face=Arial><SPAN lang=EN-GB
style="FONT-SIZE: 10pt; FONT-FAMILY: Arial; mso-ansi-language: EN-GB">Indonesia</SPAN></FONT></SPAN></st1:place></st1:country-region><SPAN
class=GramE><FONT face=Arial><SPAN lang=EN-GB
style="FONT-SIZE: 10pt; FONT-FAMILY: Arial; mso-ansi-language: EN-GB"> setelah
Orba menghapuskan kata PKI, sehingga penyebutan peristiwa ¡¥G30S/PKI¡¦ selama Orba
diubah menjadi peristiwa ¡¥G30S¡¦.</SPAN></FONT></SPAN><FONT face=Arial><SPAN
lang=EN-GB
style="FONT-SIZE: 10pt; FONT-FAMILY: Arial; mso-ansi-language: EN-GB"> <SPAN
class=GramE>Perubahan ini menandakan, dengan munculnya berbagai bahan yang lebih
banyak setelah runtuhnya Orba, pemerintah
</SPAN></SPAN></FONT><st1:country-region><st1:place><SPAN class=GramE><FONT
face=Arial><SPAN lang=EN-GB
style="FONT-SIZE: 10pt; FONT-FAMILY: Arial; mso-ansi-language: EN-GB">Indonesia</SPAN></FONT></SPAN></st1:place></st1:country-region><SPAN
class=GramE><FONT face=Arial><SPAN lang=EN-GB
style="FONT-SIZE: 10pt; FONT-FAMILY: Arial; mso-ansi-language: EN-GB"> merasa
perlu melakukan penyelidikan ulang yang lebih lengkap terhadap siapa sebenarnya
dalang G30S tersebut.</SPAN></FONT></SPAN><FONT face=Arial><SPAN lang=EN-GB
style="FONT-SIZE: 10pt; FONT-FAMILY: Arial; mso-ansi-language: EN-GB"> Bahkan
pemerintahan Megawati minta dibentuk <SPAN class=GramE>tim</SPAN> ahli sejarah
untuk berdasarkan bahan-bahan tersebut melakukan kaji ulang terhadap sejarah
</SPAN></FONT><st1:country-region><st1:place><FONT face=Arial><SPAN lang=EN-GB
style="FONT-SIZE: 10pt; FONT-FAMILY: Arial; mso-ansi-language: EN-GB">Indonesia</SPAN></FONT></st1:place></st1:country-region></FONT><FONT
face=Arial><SPAN lang=EN-GB
style="FONT-SIZE: 10pt; FONT-FAMILY: Arial; mso-ansi-language: EN-GB"><FONT
size=3>, termasuk terhadap peristiwa G30S. <BR><BR
style="mso-special-character: line-break"><BR
style="mso-special-character: line-break"><o:p></o:p></FONT></SPAN></FONT></P>
<P class=MsoNormal><SPAN class=GramE><FONT face=Arial size=3><SPAN lang=EN-GB
style="FONT-SIZE: 10pt; FONT-FAMILY: Arial; mso-ansi-language: EN-GB">Meskipun
baru-baru ini, diulang kembali penyebutan persitiwa G30S/PKI dalam bahan-bahan
pengajaran, tapi penyajian tersebut diajukan dalam bentuk suatu pandangan yang
ada, tanpa menutup berbagai pandangan lainnya.</SPAN></FONT></SPAN><FONT
face=Arial><SPAN lang=EN-GB
style="FONT-SIZE: 10pt; FONT-FAMILY: Arial; mso-ansi-language: EN-GB"><FONT
size=3> <BR><BR style="mso-special-character: line-break"><BR
style="mso-special-character: line-break"><o:p></o:p></FONT></SPAN></FONT></P>
<P class=MsoNormal><FONT size=3><SPAN class=GramE><FONT face=Arial><SPAN
lang=EN-GB
style="FONT-SIZE: 10pt; FONT-FAMILY: Arial; mso-ansi-language: EN-GB">Metode
penulisan buku Dake ini seperti yang dia ungkapkan dalam wawancara dengan Gatra,
¡§...saya memutuskan membuat buku secara kronologis.</SPAN></FONT></SPAN><FONT
face=Arial><SPAN lang=EN-GB
style="FONT-SIZE: 10pt; FONT-FAMILY: Arial; mso-ansi-language: EN-GB">
</SPAN></FONT></FONT><FONT face=Arial><SPAN lang=FR
style="FONT-SIZE: 10pt; FONT-FAMILY: Arial; mso-ansi-language: FR"><FONT
size=3>Hari demi hari, jam demi jam, tentang apa yang terjadi waktu itu¡¨ (<I
style="mso-bidi-font-style: normal"><SPAN
style="FONT-STYLE: italic; mso-bidi-font-style: normal">Gatra,</SPAN></I> Nomor
3, 28/11/2005).<BR><BR style="mso-special-character: line-break"><BR
style="mso-special-character: line-break"><o:p></o:p></FONT></SPAN></FONT></P>
<P class=MsoNormal><FONT face=Arial><SPAN lang=FR
style="FONT-SIZE: 10pt; FONT-FAMILY: Arial; mso-ansi-language: FR"><FONT
size=3>Bila dibaca sepintas, cara penulisan buku Dake ini dapat memberi kesan
seolah ia sedang menyuguhkan peristiwa sesungguhnya. Ini mungkin benar, bila
kejadian hari demi hari, jam demi jam tersebut merupakan catatan harian yang
ditulis sempurna oleh seseorang yang mengalami peristiwanya atau yang dengan
mata kepala sendiri menyaksikan kejadiannya. <BR><BR
style="mso-special-character: line-break"><BR
style="mso-special-character: line-break"><o:p></o:p></FONT></SPAN></FONT></P>
<P class=MsoNormal><FONT face=Arial><SPAN lang=FR
style="FONT-SIZE: 10pt; FONT-FAMILY: Arial; mso-ansi-language: FR"><FONT
size=3>Tapi tidaklah demikian dengan bahan-bahan yang jadi sumber penulisan buku
Dake. Bahan-bahan yang dirangkaikannya berasal dari berbagai sumber. Ada yang
dari sumber-sumber yang dapat dipercaya, tapi juga ada yang kebenarannya sangat
diragukan, bahkan bahan utama penulisan telah dibantah sendiri kebenarannya oleh
yang bersangkutan. <BR><BR style="mso-special-character: line-break"><BR
style="mso-special-character: line-break"><o:p></o:p></FONT></SPAN></FONT></P>
<P class=MsoNormal><FONT face=Arial size=2><SPAN lang=FR
style="FONT-SIZE: 10pt; FONT-FAMILY: Arial; mso-ansi-language: FR"><FONT
size=3>Memang tidak mudah menyingkap otak G30S, karena peristiwa itu adalah
usaha kudeta yang dilakukan dengan sangat rahasia. Tidak mungkin memperoleh
gambaran sesungguhnya dari bahan-bahan yang demikian itu, kecuali jika si
penulis merekayasa sebagian isi cerita tersebut. Dalam konteks ini, membaca buku
dimaksud kita seolah sedang membaca sebuah buku drama fiktif, yang jalan
ceriteranya sepenuhnya merupakan imaginasi pengarangnya. Disini
kelihatannya Dake lebih menampilkan diri sebagai penulis drama daripada
ahli sejarah. Apa mungkin mendapatkan kesimpulan yang benar mengenai
peristiwa sesungguhnya dari bahan-bahan dan cara penulisan demikian?</FONT><B
style="mso-bidi-font-weight: normal"><SPAN
style="FONT-WEIGHT: bold; mso-bidi-font-weight: normal">
RM<o:p></o:p></SPAN></B></SPAN></FONT></P>
<P class=MsoNormal><FONT face=Arial size=2><SPAN lang=FR
style="FONT-SIZE: 10pt; FONT-FAMILY: Arial; mso-ansi-language: FR"><o:p></o:p></SPAN></FONT></P>
<P class=MsoNormal><B style="mso-bidi-font-weight: normal"><I
style="mso-bidi-font-style: normal"><FONT face=Arial size=2><SPAN lang=FR
style="FONT-WEIGHT: bold; FONT-SIZE: 10pt; FONT-STYLE: italic; FONT-FAMILY: Arial; mso-bidi-font-weight: normal; mso-bidi-font-style: normal; mso-ansi-language: FR">(<SPAN
class=GramE>bersambung</SPAN>)</SPAN></FONT></I></B><FONT face=Arial
size=2><SPAN lang=FR
style="FONT-SIZE: 10pt; FONT-FAMILY: Arial; mso-ansi-language: FR">
<o:p></o:p></SPAN></FONT></P>
<P class=MsoNormal><FONT face=Arial size=2><SPAN lang=FR
style="FONT-SIZE: 10pt; FONT-FAMILY: Arial; mso-ansi-language: FR"><A
href="http://www.rakyatmerdeka.co.id/edisicetak/?pilih=lihat&id=7420&edtgl=20051226">http://www.rakyatmerdeka.co.id/edisicetak/?pilih=lihat&id=7420&edtgl=20051226</A><o:p></o:p></SPAN></FONT></P>
<P class=MsoNormal><FONT face=Arial size=2><SPAN lang=FR
style="FONT-SIZE: 10pt; FONT-FAMILY: Arial; mso-ansi-language: FR"><o:p></o:p></SPAN></FONT></P>
<P class=MsoNormal><B style="mso-bidi-font-weight: normal"><FONT face=Arial
size=4><SPAN lang=FR
style="FONT-WEIGHT: bold; FONT-SIZE: 14pt; FONT-FAMILY: Arial; mso-bidi-font-weight: normal; mso-ansi-language: FR"><FONT
size=5>Widjanarko, Ajudan Pengkhianat Bung
Karno</FONT><BR></SPAN></FONT></B><FONT face=Arial size=1><SPAN lang=FR
style="FONT-SIZE: 8pt; FONT-FAMILY: Arial; mso-ansi-language: FR">Rakyat
Merdeka, Senin, 26<SPAN style="mso-spacerun: yes"> </SPAN>Desember
2005</SPAN></FONT><FONT face=Arial size=2><SPAN lang=FR
style="FONT-SIZE: 10pt; FONT-FAMILY: Arial; mso-ansi-language: FR">
</SPAN></FONT><SPAN class=kalender1><FONT face=Arial size=1><SPAN lang=FR
style="FONT-SIZE: 8pt; mso-ansi-language: FR"><SPAN
style="mso-spacerun: yes"> </SPAN></SPAN></FONT></SPAN><FONT
face=Arial size=2><SPAN lang=FR
style="FONT-SIZE: 10pt; FONT-FAMILY: Arial; mso-ansi-language: FR"><BR><BR
style="mso-special-character: line-break"><BR
style="mso-special-character: line-break"><o:p></o:p></SPAN></FONT></P>
<P class=MsoNormal><I style="mso-bidi-font-style: normal"><FONT face=Arial><SPAN
lang=FR
style="FONT-SIZE: 10pt; FONT-STYLE: italic; FONT-FAMILY: Arial; mso-bidi-font-style: normal; mso-ansi-language: FR"><FONT
size=3><STRONG><FONT size=5>Membantah Imajinasi Antonie CA Dake Tentang Dalang
G30S (3)<BR></FONT></STRONG><BR style="mso-special-character: line-break"><BR
style="mso-special-character: line-break"><o:p></o:p></FONT></SPAN></FONT></I></P>
<P class=MsoNormal><FONT face=Arial><SPAN lang=FR
style="FONT-SIZE: 10pt; FONT-FAMILY: Arial; mso-ansi-language: FR"><FONT
size=3>Catatan <B style="mso-bidi-font-weight: normal"><SPAN
style="FONT-WEIGHT: bold; mso-bidi-font-weight: normal">Burhan Azis</SPAN></B>
dan <B style="mso-bidi-font-weight: normal"><SPAN
style="FONT-WEIGHT: bold; mso-bidi-font-weight: normal">A Supardi
Adiwidjaya</SPAN></B> Di Belanda<BR><BR
style="mso-special-character: line-break"><BR
style="mso-special-character: line-break"><o:p></o:p></FONT></SPAN></FONT></P>
<P class=MsoNormal><FONT face=Arial><SPAN lang=FR
style="FONT-SIZE: 10pt; FONT-FAMILY: Arial; mso-ansi-language: FR"><FONT
size=3>Adapun bahan pokok andalan dalam menarik kesimpulan oleh Dake untuk
mencap bahwa presiden Soekarno sebagai ¡§<I
style="mso-bidi-font-style: normal"><SPAN
style="FONT-STYLE: italic; mso-bidi-font-style: normal">mastermind
</SPAN></I>peristiwa G30S¡¨ adalah apa yang ia sebut sebagai pengakuan Bambang
Widjanarko yang dipujinya sebagai ¡§laporan intelijen yang paling dapat
diandalkan¡¨, yang ¡§..... <SPAN class=GramE>datang</SPAN> dari ajudan
Sukarno, Bambang Widjanarko. ... Secara umum, ia (Widjanarko --penulis) <SPAN
class=GramE>merupakan</SPAN> saksi yang paling konsisten dan ia merupakan saksi
yang paling dapat dipercaya.¡¨ (<I style="mso-bidi-font-style: normal"><SPAN
style="FONT-STYLE: italic; mso-bidi-font-style: normal">¡§Soekarno File¡¨,
</SPAN></I>h 53). <BR><BR style="mso-special-character: line-break"><BR
style="mso-special-character: line-break"><o:p></o:p></FONT></SPAN></FONT></P>
<P class=MsoNormal><FONT face=Arial><SPAN lang=FR
style="FONT-SIZE: 10pt; FONT-FAMILY: Arial; mso-ansi-language: FR"><FONT
size=3>Dake menulis, pada 30 September malam, presiden Sukarno sedang
berbicara pada konferensi para teknisi seluruh Indonesia di Istora Senayan,
¡§Ketika waktu mendekati pukul 22.00, Presiden belum juga berbicara; ia berdiri
dan dengan didampingi sejumlah pengawalnya, antara lain Kolonel Saelan,
Komisaris Polisi Mangil dan Kolonel Widjanarko. Sebelum Presiden meninggalkan
tempat, ia menerima surat dari Widjanarko yang baru diterimanya melalui kurir
dan berasal dari Untung; Presiden bermaksud membaca surat itu secara santai,
maka itu ia menuju salah satu ruangan samping di stadion; surat itu kemudian
dimasukkan dalam kantong jasnya dan ia mulai dengan pidatonya. Surat Untung itu
antara lain berisi daftar para anggota Dewan Revolusi, yang akan diumumkan pada
keesokkan harinya melalui Radio Republik Indonesia¡¨. (<I
style="mso-bidi-font-style: normal"><SPAN
style="FONT-STYLE: italic; mso-bidi-font-style: normal">¡§Soekarno
File</SPAN></I> ¡K.¡¨, h 78).<BR><BR style="mso-special-character: line-break"><BR
style="mso-special-character: line-break"><o:p></o:p></FONT></SPAN></FONT></P>
<P class=MsoNormal><FONT face=Arial><SPAN lang=FR
style="FONT-SIZE: 10pt; FONT-FAMILY: Arial; mso-ansi-language: FR"><FONT
size=3>Menurut H Maulwi Saelan: ¡§Hanya seorang ajudan beliau (Bung Karno
¡Vpenulis) yang berasal dari Angkatan Laut, Kolonel Bambang Widjanarko mau
menandatangani BAP yang telah direkayasa. Saya dengan tegas telah membantah
pengakuan ajudan tersebut. Berita tersebut ingin memberi gambaran yang salah
tentang kondisi Presiden RI, pada waktu itu¡¨. (H Maulwi Saelan, <I
style="mso-bidi-font-style: normal"><SPAN
style="FONT-STYLE: italic; mso-bidi-font-style: normal">Dari Revolusi ¡¦45 Sampai
Kudeta ¡¦66. Kesaksian Wakil Komandan Tjakrabirawa¡¨,</SPAN></I> Penerbit Yayasan
Hk Bangsa, Jakarta, 2001, h 316).<BR><BR
style="mso-special-character: line-break"><BR
style="mso-special-character: line-break"><o:p></o:p></FONT></SPAN></FONT></P>
<P class=MsoNormal><FONT face=Arial><SPAN lang=FR
style="FONT-SIZE: 10pt; FONT-FAMILY: Arial; mso-ansi-language: FR"><FONT
size=3>Kolonel Saelan, kepala staf pasukan pengawal presiden yaitu resimen
Cakrabirawa yang pada 30 September malam itu bertindak sebagai komandan pasukan
pengawal, karena Brigjen Sabur sedang kembali ke rumahnya di Bandung, dalam
bukunya ¡§Dari Revolusi ¡¦45 Sampai Kudeta ¡¥66¡¨ menulis: ¡§Pengakuan Widjanarko
bukan fakta, seluruhnya adalah karangan yang diarahkan untuk keperluan
mencari-cari kesalahan Bung Karno. Saya yang terus mendampingi Bung Karno dan
tidak pernah meninggalkannya walaupun sebentar, tidak melihat kedatangan pelayan
Sogul yang menitipkan sepucuk surat yang katanya dari Untung untuk diserahkan
kepada Bung Karno. Juga Bung Karno tidak benar malam itu pernah meninggalkan
tempat duduk untuk pergi ke toilet dan tidak benar berhenti sejenak di teras
ISTORA yang terang lampunya untuk membaca surat. <BR><BR
style="mso-special-character: line-break"><BR
style="mso-special-character: line-break"><o:p></o:p></FONT></SPAN></FONT></P>
<P class=MsoNormal><FONT face=Arial><SPAN lang=FR
style="FONT-SIZE: 10pt; FONT-FAMILY: Arial; mso-ansi-language: FR"><FONT
size=3>Jelas sekali pengakuan itu, Bambang Widjanarko sebagai Ajudan, telah
mengkhianati Presiden. Saya yang membantah kesaksian itu ketika diperiksa oleh
Team Pemeriksa Pusat, harus membayarnya dengan mendekam dalam tahanan
bertahun-tahun (4 tahun 8 bulan). ¡KBeruntung kemudian saya direhabilitasi dan
dipensiunkan serta menerima tanda penghargaan dari KSAD.¡¨(<SPAN
class=GramE>h</SPAN> 190). Sedangkan pengakuan palsu Bambang Widjanarko ¡§yang
kemudian dibukukan dan diedit kedalam bahasa Inggris oleh Rahandi S Karni,
Leiden dengan judul ¡§Devious Dalang¡¨, dinyatakan buku larangan dan ditarik dari
peredaran oleh Jaksa Agung pada 14 Agustus 1990¡¨. (H Maulwi Saelan, <I
style="mso-bidi-font-style: normal"><SPAN
style="FONT-STYLE: italic; mso-bidi-font-style: normal">¡§Dari Revolusi ¡¦45
Sampai Kudeta ¡¥66¡¨,</SPAN></I> Jakarta 2001, h 190).<BR><BR
style="mso-special-character: line-break"><BR
style="mso-special-character: line-break"><o:p></o:p></FONT></SPAN></FONT></P>
<P class=MsoNormal><FONT face=Arial><SPAN lang=FR
style="FONT-SIZE: 10pt; FONT-FAMILY: Arial; mso-ansi-language: FR"><FONT
size=3>Seperti dikatakan Saelan, ketika itu memang ada usaha Suharto
mencari-cari hubungan G30S dengan Bung Karno. Disamping telah menulis buku
¡§Gerakan 30 September 1965¡¨, sebagai sedikit saksi yang masih hidup, Letkol
(PNB) Heru Atmojo menyatakan, ¡§Karena itu, supaya semua orang tahu, bahwa saya
juga diminta untuk menandatangani skenario ¡§Kabut Halim¡¨. Saya menolak. Omar
Dhani juga menolak. Skenario itu menggambarkan bahwa jenderal-jenderal itu
dibawa ke Halim dulu sebelum dibawa ke Lubang Buaya, untuk mendapat ¡§goed
gekeurd¡¨ (persetujuan -penulis) dari Bung Karno, Aidit dan Omar Dhani di rumah
Komodor Susanto¡¨ (berdasarkan keterangan langsung Heru Atmodjo kepada penulis
pada Minggu, 4 Desember 2005). <BR><BR
style="mso-special-character: line-break"><BR
style="mso-special-character: line-break"><o:p></o:p></FONT></SPAN></FONT></P>
<P class=MsoNormal><FONT face=Arial size=2><SPAN lang=FR
style="FONT-SIZE: 10pt; FONT-FAMILY: Arial; mso-ansi-language: FR"><FONT
size=3>Selanjutnya mengenai surat Untung kepada Bung Karno itu, Heru Atmojo
menyatakan ¡§Saya berkumpul dengan Untung di penjara militer Cimahi, bersama
Suparjo dan Subandrio sebelum mereka dieksekusi. Hal kattebelletje (surat
singkat ¡Vpenulis) itu jadi pembicaraan. Untung mengatakan ¡§Itu bohong, karangan,
tidak benar, ..¡¨.</FONT> <B style="mso-bidi-font-weight: normal"><SPAN
style="FONT-WEIGHT: bold; mso-bidi-font-weight: normal">RM<o:p></o:p></SPAN></B></SPAN></FONT></P>
<P class=MsoNormal><FONT face=Arial size=2><SPAN lang=FR
style="FONT-SIZE: 10pt; FONT-FAMILY: Arial; mso-ansi-language: FR"><o:p> </o:p></SPAN></FONT><B
style="mso-bidi-font-weight: normal"><I
style="mso-bidi-font-style: normal"><FONT face=Arial size=2><SPAN lang=FR
style="FONT-WEIGHT: bold; FONT-SIZE: 10pt; FONT-STYLE: italic; FONT-FAMILY: Arial; mso-bidi-font-weight: normal; mso-bidi-font-style: normal; mso-ansi-language: FR">(<SPAN
class=GramE>bersambung</SPAN>)<BR> <BR></SPAN></FONT></I></B><FONT
face=Arial size=2><SPAN lang=FR
style="FONT-SIZE: 10pt; FONT-FAMILY: Arial; mso-ansi-language: FR">------- <BR><BR></SPAN></FONT><SPAN
class=judul1><B style="mso-ansi-font-weight: normal"><FONT face=Arial
color=#000033 size=2><SPAN
style="FONT-WEIGHT: normal; FONT-SIZE: 10pt; mso-bidi-font-weight: bold"><A
href="http://www.rakyatmerdeka.co.id/edisicetak/?pilih=lihat&id=7437"><SPAN
lang=FR
style="mso-bidi-font-weight: normal; mso-ansi-language: FR">http://www.rakyatmerdeka.co.id/edisicetak/?pilih=lihat&id=7437</SPAN></A></SPAN></FONT></B></SPAN><FONT
face=Arial size=2><SPAN lang=FR
style="FONT-SIZE: 10pt; FONT-FAMILY: Arial; mso-ansi-language: FR"><o:p></o:p></SPAN></FONT></P>
<P class=MsoNormal><FONT face=Arial size=2><SPAN lang=FR
style="FONT-SIZE: 10pt; FONT-FAMILY: Arial; mso-ansi-language: FR"><o:p></o:p></SPAN></FONT></P>
<P class=MsoNormal><B style="mso-bidi-font-weight: normal"><FONT
face=Arial><SPAN lang=FR
style="FONT-WEIGHT: bold; FONT-SIZE: 14pt; FONT-FAMILY: Arial; mso-bidi-font-weight: normal; mso-ansi-language: FR"><FONT
size=5>Soekarno File Berdasar Bukti
Palsu<o:p></o:p></FONT></SPAN></FONT></B></P>
<P class=MsoNormal><FONT face=Arial size=1><SPAN lang=FR
style="FONT-SIZE: 8pt; FONT-FAMILY: Arial; mso-ansi-language: FR">Rakyat
Merdeka, Selasa, <SPAN class=kalender1><FONT face=Arial>27 Desember
2005</FONT></SPAN></SPAN></FONT><FONT face=Arial size=2><SPAN lang=FR
style="FONT-SIZE: 10pt; FONT-FAMILY: Arial; mso-ansi-language: FR"><o:p></o:p></SPAN></FONT></P>
<P class=MsoNormal><FONT face=Arial size=5><SPAN lang=FR
style="FONT-SIZE: 10pt; FONT-FAMILY: Arial; mso-ansi-language: FR"><o:p> </o:p></SPAN></FONT><I
style="mso-bidi-font-style: normal"><FONT face=Arial><SPAN lang=FR
style="FONT-SIZE: 10pt; FONT-STYLE: italic; FONT-FAMILY: Arial; mso-bidi-font-style: normal; mso-ansi-language: FR"><FONT
size=3><STRONG><FONT size=5>Membantah Imajinasi Antonie CA Dake Tentang Dalang
G30S (4)<BR></FONT></STRONG><SPAN
style="mso-spacerun: yes"> </SPAN></FONT></SPAN></FONT></I><FONT
face=Arial><SPAN lang=FR
style="FONT-SIZE: 10pt; FONT-FAMILY: Arial; mso-ansi-language: FR"><BR><FONT
size=3>Catatan <B style="mso-bidi-font-weight: normal"><SPAN
style="FONT-WEIGHT: bold; mso-bidi-font-weight: normal">Burhan Azis</SPAN></B>
dan <B style="mso-bidi-font-weight: normal"><SPAN
style="FONT-WEIGHT: bold; mso-bidi-font-weight: normal">A Supardi
Adiwidjaya</SPAN></B> Di Belanda<BR><BR
style="mso-special-character: line-break"><BR
style="mso-special-character: line-break"><o:p></o:p></FONT></SPAN></FONT></P>
<P class=MsoNormal><FONT face=Arial><SPAN
style="FONT-SIZE: 10pt; FONT-FAMILY: Arial"><FONT size=3>Tepat apa yang
dikemukakan Asvi Warman Adam. ¡§Dokumen Widjanarko itu sangat lemah dari sudut
metodologi sejarah. Sebab, beberapa tahun setelah itu, ketika mendiskusikan
<SPAN class=GramE>buku </SPAN><I style="mso-bidi-font-style: normal"><SPAN
style="FONT-STYLE: italic; mso-bidi-font-style: normal">¡§Sewindu Bersama Bung
Karno¡¨,</SPAN></I> Widjanarko mengakui bahwa dia mengalami siksaan selama
ditahan dan pengakuan tersebut diberikan secara paksa.¡¨ (Asvi Warman Adam, <I
style="mso-bidi-font-style: normal"><SPAN
style="FONT-STYLE: italic; mso-bidi-font-style: normal">De-Soekarnoisasi Jilid
Dua</SPAN></I>, Kompas, Sabtu, 3/12/2005).<BR><BR
style="mso-special-character: line-break"><BR
style="mso-special-character: line-break"><o:p></o:p></FONT></SPAN></FONT></P>
<P class=MsoNormal><FONT face=Arial><SPAN
style="FONT-SIZE: 10pt; FONT-FAMILY: Arial"><FONT size=3>Jelas pengakuan pertama
Bambang Wijanarko ini tidak dapat dijadikan titik tolak penulisan setelah yang
bersangkutan sendiri tanpa tekanan dan ancaman siapapun dikemudian <SPAN
class=GramE>hari</SPAN> mencabut pengakuan tersebut. <BR><BR
style="mso-special-character: line-break"><BR
style="mso-special-character: line-break"><o:p></o:p></FONT></SPAN></FONT></P>
<P class=MsoNormal><FONT face=Arial><SPAN
style="FONT-SIZE: 10pt; FONT-FAMILY: Arial"><FONT size=3>Pengakuan palsu Bambang
Widjanarko yang dibuat di bawah tekanan interogator Orba yang telah dibantah
sendiri oleh yang bersangkutan demikian itulah yang jadi dasar tulisan Dake.
Lalu, apa kita bisa mempercayai tulisan berdasarkan bukti palsu tersebut?
Lebih-lebih lagi, tidak mungkin menghitamkan Soekarno, salah satu <I
style="mso-bidi-font-style: normal"><SPAN
style="FONT-STYLE: italic; mso-bidi-font-style: normal">founding
father¡¦s</SPAN></I> Republik Indonesia yang telah berhasil memimpin bangsa
Indonesia mencapai kemerdekaannya melawan penjajahan Belanda.<BR><BR
style="mso-special-character: line-break"><BR
style="mso-special-character: line-break"><o:p></o:p></FONT></SPAN></FONT></P>
<P class=MsoNormal><FONT face=Arial><SPAN
style="FONT-SIZE: 10pt; FONT-FAMILY: Arial"><FONT size=3>Bila bukan karena ada
tujuan-tujuan tersembunyi, mengapa Dake tidak menyebutkan adanya pencabutan
kesaksian ini oleh Bambang Widjanarko? Sekurangnya, sebagai yang mengaku ahli
sejarah, Dake perlu mempertanyakan mana yang benar di antara kedua pengakuan
Widjanarko ini. Lalu mengapa Dake tidak mempertimbangkan mempelajari
dengan serius kesaksian kedua saksi lainnya, yaitu Kolonel Saelan dan Komisaris
Besar Polisi Mangil yang menurut Dake <SPAN class=GramE>juga</SPAN> hadir ketika
itu? Dalam konteks ini, keterangan Saelan yang menjelaskan kehadiran Presiden
Sukarno di Halim seperti yang ditentukan SOP dan bahwa pada umumnya, jika kepala
negara berada dalam bahaya, ia seharusnya pergi ke Halim dan bukan ke tempat
lain ¡V dinilai oleh Dake sebagai ¡§keterangan post factum, digunakan
setelah kematian dalam rangka melindungi Sukarno<SPAN class=GramE>¡¨</SPAN>.(¡§<I
style="mso-bidi-font-style: normal"><SPAN
style="FONT-STYLE: italic; mso-bidi-font-style: normal">Soekarno File</SPAN></I>
¡K¡¨, h 102-103).<BR>Bukankah bahan-bahan yang dipakai mengungkapkan <I
style="mso-bidi-font-style: normal"><SPAN
style="FONT-STYLE: italic; mso-bidi-font-style: normal">imaginasi
fiktifnya</SPAN></I> itu, Dake <SPAN class=GramE>juga</SPAN> menggunakan
berbagai keterangan (untuk tidak mengatakan seluruhnya) post factum ? Mengapa
<SPAN class=GramE>ia</SPAN> menulis <I style="mso-bidi-font-style: normal"><SPAN
style="FONT-STYLE: italic; mso-bidi-font-style: normal">imajinasi
fiktif</SPAN></I> tersebut? Secara objektif, imajinasi fiktif Dake ini
mengarahkan pandangan pembaca, seolah Bung Karno sebagai salah seorang <I
style="mso-bidi-font-style: normal"><SPAN
style="FONT-STYLE: italic; mso-bidi-font-style: normal">founding
father¡¦s</SPAN></I> Republik Indonesia telah menghancurkan bangsanya sendiri,
dan dengan demikian, Dake dapat menutup rapat campur tangan Blok Barat terhadap
urusan dalam negeri Indonesia selama perang dingin berlangsung serta sekaligus
menyelamatkan bekas presiden Suharto yang telah bertindak sebagai perpanjangan
tangan Blok Barat di Indonesia. <BR><BR
style="mso-special-character: line-break"><BR
style="mso-special-character: line-break"><o:p></o:p></FONT></SPAN></FONT></P>
<P class=MsoNormal><FONT face=Arial><SPAN
style="FONT-SIZE: 10pt; FONT-FAMILY: Arial"><FONT size=3>Dake menulis, ¡§Karena
itu ia (Sukarno<SPAN class=GramE> --</SPAN>penulis) secara langsung harus
memikul tanggungjawab atas pembunuhan enam jenderal dan secara tidak langsung
juga untuk pembantaian antara komunis dan bukan komunis yang berlangsung
kemudian¡¨ ( <I style="mso-bidi-font-style: normal"><SPAN
style="FONT-STYLE: italic; mso-bidi-font-style: normal">¡§Soekarno
File</SPAN></I>¡K¡¨ h 4). Ini fitnah keji yang tidak <SPAN
class=GramE>berdasar</SPAN> samasekali.<BR><BR
style="mso-special-character: line-break"><BR
style="mso-special-character: line-break"><o:p></o:p></FONT></SPAN></FONT></P>
<P class=MsoNormal><FONT face=Arial size=2><SPAN
style="FONT-SIZE: 10pt; FONT-FAMILY: Arial"><FONT size=3>Seperti diketahui,
dalam memimpin perjuangan bangsa Indonesia, Bung Karno dikenal sebagai pemimpin
yang selalu berusaha mempersatukan semua elemen bangsa mencapai kemerdekaan demi
mewujudkan masyarakat adil dan makmur. Bung Karno selalu menghindari tindakan
yang bisa memecah belah bangsa dan hanya menggunakan tindakan-tindakan yang
sesuai hukum yang berlaku dalam menghadapi lawan-lawan politiknya.</FONT> <B
style="mso-bidi-font-weight: normal"><SPAN
style="FONT-WEIGHT: bold; mso-bidi-font-weight: normal">RM</SPAN></B><o:p></o:p></SPAN></FONT></P>
<P class=MsoNormal><B style="mso-bidi-font-weight: normal"><FONT face=Arial
size=2><SPAN
style="FONT-WEIGHT: bold; FONT-SIZE: 10pt; FONT-FAMILY: Arial; mso-bidi-font-weight: normal"><o:p></o:p></SPAN></FONT></B></P>
<P class=MsoNormal><FONT face=Arial size=2><SPAN
style="FONT-SIZE: 10pt; FONT-FAMILY: Arial"><o:p></o:p></SPAN></FONT></P>
<P class=MsoNormal><B style="mso-bidi-font-weight: normal"><I
style="mso-bidi-font-style: normal"><FONT face=Arial size=2><SPAN
style="FONT-WEIGHT: bold; FONT-SIZE: 10pt; FONT-STYLE: italic; FONT-FAMILY: Arial; mso-bidi-font-weight: normal; mso-bidi-font-style: normal">(bersambung)<BR><BR
style="mso-special-character: line-break"></SPAN></FONT></I></B></P>
<P class=MsoNormal><FONT face=Arial size=2><SPAN
style="FONT-SIZE: 10pt; FONT-FAMILY: Arial"><A
href="http://www.rakyatmerdeka.co.id/edisicetak/?pilih=lihat&id=7508&edtgl=20051228">http://www.rakyatmerdeka.co.id/edisicetak/?pilih=lihat&id=7508&edtgl=20051228</A><o:p></o:p></SPAN></FONT></P>
<P class=MsoNormal><FONT face=Arial size=2><SPAN
style="FONT-SIZE: 10pt; FONT-FAMILY: Arial"><o:p></o:p></SPAN></FONT></P>
<P class=MsoNormal><FONT face=Arial size=2><SPAN
style="FONT-SIZE: 10pt; FONT-FAMILY: Arial"><o:p></o:p></SPAN></FONT></P>
<P class=MsoNormal><B style="mso-bidi-font-weight: normal"><FONT face=Arial
size=4><SPAN
style="FONT-WEIGHT: bold; FONT-SIZE: 14pt; FONT-FAMILY: Arial; mso-bidi-font-weight: normal"><FONT
size=5>Mengalirkan Darah, Bukan Watak Soekarno</FONT><BR></SPAN></FONT></B><FONT
face=Arial size=1><SPAN style="FONT-SIZE: 8pt; FONT-FAMILY: Arial">Rakyat
Merdeka, Rabu, 28<SPAN class=kalender1><FONT face=Arial> Desember
2005</FONT></SPAN></SPAN></FONT><FONT face=Arial size=2><SPAN
style="FONT-SIZE: 10pt; FONT-FAMILY: Arial"><o:p></o:p></SPAN></FONT></P>
<P class=MsoNormal><FONT face=Arial size=2><SPAN
style="FONT-SIZE: 10pt; FONT-FAMILY: Arial"><o:p> </o:p></SPAN></FONT><I
style="mso-bidi-font-style: normal"><FONT face=Arial><SPAN
style="FONT-SIZE: 10pt; FONT-STYLE: italic; FONT-FAMILY: Arial; mso-bidi-font-style: normal"><FONT
size=3><FONT size=5><STRONG>Membantah Imajinasi Antonie CA Dake Tentang Dalang
G30S (5)</STRONG><BR></FONT><BR style="mso-special-character: line-break"><BR
style="mso-special-character: line-break"><o:p></o:p></FONT></SPAN></FONT></I></P>
<P class=MsoNormal><FONT face=Arial size=2><SPAN
style="FONT-SIZE: 10pt; FONT-FAMILY: Arial"><FONT size=3>Catatan <B
style="mso-bidi-font-weight: normal"><SPAN
style="FONT-WEIGHT: bold; mso-bidi-font-weight: normal">Burhan Azis</SPAN></B>
dan <B style="mso-bidi-font-weight: normal"><SPAN
style="FONT-WEIGHT: bold; mso-bidi-font-weight: normal">A Supardi
Adiwidjaya</SPAN></B> Di Belanda</FONT><BR><BR
style="mso-special-character: line-break"><BR
style="mso-special-character: line-break"><o:p></o:p></SPAN></FONT></P>
<P class=MsoNormal><FONT face=Arial><SPAN
style="FONT-SIZE: 10pt; FONT-FAMILY: Arial"><FONT size=3>Menghadapi kudeta
¡§Peristiwa 17 <SPAN class=GramE>Oktober</SPAN> 1952¡¨, yang digerakkan Jenderal
Nasution, Bung Karno menunjukkan diri sebagai negarawan yang arif, pemimpin yang
tegas, demokratis dan manusiawi. Pada Peristiwa 17 <SPAN
class=GramE>Oktober</SPAN> 1952 itu, sementara perwira Angkatan Darat dengan
mengerahkan ¡§rakyat¡¨ merusak ruangan sidang, menghadapkan moncong meriam
ke gedung DPR, lalu bergerak menuju ke Istana Merdeka. Presiden Sukarno dengan
tegar menyambut demonstrasi tersebut dengan pernyataan tegas menolak keras
tawaran untuk menjadi ¡§diktator¡¨. Ia tetap bertahan pada sistem demokrasi.
Mengatasi peristiwa tersebut hanya dilakukan penangkapan terhadap sejumlah
perwira Angkatan Darat yang dicurigai menjadi ¡§dalang¡¨ demonstrasi dan melakukan
mutasi besar-besaran dalam pimpinan Angkatan Darat. <BR><BR
style="mso-special-character: line-break"><BR
style="mso-special-character: line-break"><o:p></o:p></FONT></SPAN></FONT></P>
<P class=MsoNormal><FONT face=Arial><SPAN
style="FONT-SIZE: 10pt; FONT-FAMILY: Arial"><FONT size=3>Terhadap Jenderal
Nasution yang menjadi otak utama ¡§Peristiwa 17 <SPAN
class=GramE>Oktober</SPAN> 1952¡¨ tersebut Bung Karno hanya mengeluarkan Nasution
dari pimpinan Angkatan Darat, tetapi tidak membatasi geraknya dalam melakukan
kegiatan politik. Setelah berkeliling di seluruh Indonesia, Jenderal Nasution
memutuskan membentuk partai baru yang diberi <SPAN class=GramE>nama</SPAN> IPKI
(Ikatan Pendukung Kemerdekaan Indonesia) yang dipimpin bekas tokoh-tokoh
Angkatan Darat.<BR><BR style="mso-special-character: line-break"><BR
style="mso-special-character: line-break"><o:p></o:p></FONT></SPAN></FONT></P>
<P class=MsoNormal><FONT face=Arial><SPAN
style="FONT-SIZE: 10pt; FONT-FAMILY: Arial"><FONT size=3>Demikianlah cara Bung
Karno menghadapi perbedaan antara dirinya dengan sejumlah perwira Angkatan
Darat. Karena itu, tidak masuk akal menuduh Presiden Sukarno berusaha
¡§melenyapkan¡¨ perwira-perwira Angkatan Darat yang tidak sependapat dengannya
dalam Peristiwa G30S. Sebagai Presiden/Pangti ABRI/Pemimpin Besar Revolusi
Indonesia pada periode tahun 1959-1965, Bung Karno memiliki wibawa dan kharisma
yang sangat tinggi di <SPAN class=GramE>mata</SPAN> pemerintah dan rakyat
Indonesia, sehingga mudah bagi dia untuk mengganti atau memutasikan
perwira-perwira tinggi Angkatan Darat yang tidak setia kepadanya. <BR><BR
style="mso-special-character: line-break"><BR
style="mso-special-character: line-break"><o:p></o:p></FONT></SPAN></FONT></P>
<P class=MsoNormal><FONT face=Arial size=3><SPAN
style="FONT-SIZE: 10pt; FONT-FAMILY: Arial"><FONT size=3>Berbicara sifat
manusiawi Bung Karno, menarik apa yang dilukiskan Brigjen (Purn) MW
Soedarto</FONT>. </SPAN></FONT><FONT face=Arial><SPAN lang=FR
style="FONT-SIZE: 10pt; FONT-FAMILY: Arial; mso-ansi-language: FR"><FONT
size=3>¡§Malam hari tanggal 30 September 1965 Presiden Soekarno menghadiri suatu
Kongres dari para Insinyur di Gelora Senayan. Pagi-pagi mendapat laporan ada
kelompok-kelompok Militer di sekitar Istana. Sesuai dengan SOP (<I
style="mso-bidi-font-style: normal"><SPAN
style="FONT-STYLE: italic; mso-bidi-font-style: normal">Standing Operating
Procedure</SPAN></I>) atau Perintah Tetap, kalau terjadi sesuatu di ibukota di
mana keamanan Presiden dalam bahaya, maka para pengawal harus segera membawa
Presiden ke pangkalan AU Halim Perdana Kusumah. Sebab pesawat pribadi Presiden
selalu siap siaga untuk pergi ke mana saja sesuai Instruksi Presiden. <BR><BR
style="mso-special-character: line-break"><BR
style="mso-special-character: line-break"><o:p></o:p></FONT></SPAN></FONT></P>
<P class=MsoNormal><FONT face=Arial><SPAN lang=FR
style="FONT-SIZE: 10pt; FONT-FAMILY: Arial; mso-ansi-language: FR"><FONT
size=3>Mengenai kelanjutan peristiwa telah diketahui umum¡¨. Sejak semula, lanjut
Soedarto, kita ketahui, A Yani merupakan kepercayaan Soekarno. Sewaktu beberapa
kali Soekarno mendapat serangan dari penyakitnya (<I
style="mso-bidi-font-style: normal"><SPAN
style="FONT-STYLE: italic; mso-bidi-font-style: normal">KOLIEKEN</SPAN></I> batu
ginjal), orang yang pertama kali dipanggil adalah Yani dan kepadanya selalu
dikatakan, ¡§Yani, saya titip negara ini¡¨ beberapa kali. ¡§Menghilangkan musuh
dengan cara-cara pembunuhan dan mengalirkan darah bukanlah ada dalam watak
Soekarno. Dia tidak bisa melihat darah, dia berjiwa seniman. Kalau dia ingin
menghilangkan lawan politiknya, dia cukup hanya menandatangani sebuah SK untuk
memindahkan orang tersebut, ke pos di luar negeri atau bagaimana¡¨, tegas
Soedarto, Ajudan Pahlawan Proklamator Bung Karno. <BR><BR
style="mso-special-character: line-break"><BR
style="mso-special-character: line-break"><o:p></o:p></FONT></SPAN></FONT></P>
<P class=MsoNormal><FONT face=Arial><SPAN lang=FR
style="FONT-SIZE: 10pt; FONT-FAMILY: Arial; mso-ansi-language: FR"><FONT
size=3>Menurutnya Bung Karno sebagai Presiden/Panglima Tertinggi tidak
tersangkut peristiwa G30S, karena sebagai Presiden sudah berpengalaman lebih
dari 20 tahun menghadapi segala macam cobaan (berbagai pemberontakan dan
percobaan pembunuhan terhadapnya ¡V penulis), tidak akan melakukan petualangan
demikian untuk mencapai tujuannya, dan pasti akan merusak nama dan kedudukannya
sendiri, baik di kalangan ABRI, maupun masyarakat luas yang selalu didorongnya
untuk menggalang persatuan. <BR><BR
style="mso-special-character: line-break"><BR
style="mso-special-character: line-break"><o:p></o:p></FONT></SPAN></FONT></P>
<P class=MsoNormal><FONT face=Arial size=2><SPAN lang=FR
style="FONT-SIZE: 10pt; FONT-FAMILY: Arial; mso-ansi-language: FR"><FONT
size=3>Cara mengeliminir Pak Yani dan kawan-kawan, lanjut Soedarto, dengan
cara-cara yang kejam dan buas seperti yang telah terjadi, tidak sesuai dengan
watak Soekarno; apalagi memperhatikan, Bung Karno sudah menganggapnya sebagai
wakilnya yang terpercaya dan sejak lama dipersiapkan beliau sebagai calon
penggantinya. (<SPAN class=GramE>lihat</SPAN> MW Soedarto, <I
style="mso-bidi-font-style: normal"><SPAN
style="FONT-STYLE: italic; mso-bidi-font-style: normal">Seribu Hari Dengan Bung
Karno</SPAN></I>, Jakarta, 1990, h 26-27).</FONT><B
style="mso-bidi-font-weight: normal"><SPAN
style="FONT-WEIGHT: bold; mso-bidi-font-weight: normal">RM<o:p></o:p></SPAN></B></SPAN></FONT></P>
<P class=MsoNormal><FONT face=Arial size=2><SPAN lang=FR
style="FONT-SIZE: 10pt; FONT-FAMILY: Arial; mso-ansi-language: FR"><o:p></o:p></SPAN></FONT></P>
<P class=MsoNormal><FONT face=Arial size=2><SPAN lang=FR
style="FONT-SIZE: 10pt; FONT-FAMILY: Arial; mso-ansi-language: FR"><o:p></o:p></SPAN></FONT></P>
<P class=MsoNormal><B style="mso-bidi-font-weight: normal"><I
style="mso-bidi-font-style: normal"><FONT face=Arial size=2><SPAN lang=FR
style="FONT-WEIGHT: bold; FONT-SIZE: 10pt; FONT-STYLE: italic; FONT-FAMILY: Arial; mso-bidi-font-weight: normal; mso-bidi-font-style: normal; mso-ansi-language: FR">(<SPAN
class=GramE>bersambung</SPAN>)</SPAN></FONT></I></B><FONT face=Arial
size=2><SPAN lang=FR
style="FONT-SIZE: 10pt; FONT-FAMILY: Arial; mso-ansi-language: FR"><BR>
<BR></SPAN></FONT></P>
<P class=MsoNormal><FONT face=Arial size=2><SPAN lang=FR
style="FONT-SIZE: 10pt; FONT-FAMILY: Arial; mso-ansi-language: FR"><A
href="http://www.rakyatmerdeka.co.id/edisicetak/?pilih=lihat&id=7597&edtgl=20051229">http://www.rakyatmerdeka.co.id/edisicetak/?pilih=lihat&id=7597&edtgl=20051229</A><o:p></o:p></SPAN></FONT></P>
<P class=MsoNormal><FONT face=Arial size=2><SPAN lang=FR
style="FONT-SIZE: 10pt; FONT-FAMILY: Arial; mso-ansi-language: FR"><o:p></o:p></SPAN></FONT></P>
<P class=MsoNormal><B style="mso-bidi-font-weight: normal"><FONT face=Arial
size=4><SPAN lang=FR
style="FONT-WEIGHT: bold; FONT-SIZE: 14pt; FONT-FAMILY: Arial; mso-bidi-font-weight: normal; mso-ansi-language: FR">Mayjen
Suharto Pelaku Pembunuhan</SPAN></FONT></B><FONT face=Arial size=2><SPAN lang=FR
style="FONT-SIZE: 10pt; FONT-FAMILY: Arial; mso-ansi-language: FR"><BR></SPAN></FONT><FONT
face=Arial size=1><SPAN lang=FR
style="FONT-SIZE: 8pt; FONT-FAMILY: Arial; mso-ansi-language: FR">Rakyat
Merdeka, Kamis, 29<SPAN class=kalender1><FONT face=Arial> Desember
2005</FONT></SPAN></SPAN></FONT><FONT face=Arial size=2><SPAN lang=FR
style="FONT-SIZE: 10pt; FONT-FAMILY: Arial; mso-ansi-language: FR"><o:p></o:p></SPAN></FONT></P>
<P class=MsoNormal><FONT face=Arial size=2><SPAN lang=FR
style="FONT-SIZE: 10pt; FONT-FAMILY: Arial; mso-ansi-language: FR"><o:p></o:p></SPAN></FONT></P>
<P class=MsoNormal><I style="mso-bidi-font-style: normal"><FONT face=Arial><SPAN
lang=FR
style="FONT-SIZE: 10pt; FONT-STYLE: italic; FONT-FAMILY: Arial; mso-bidi-font-style: normal; mso-ansi-language: FR"><FONT
size=3><FONT size=5><STRONG>Membantah Imajinasi Antonie CA Dake Tentang Dalang
G30S (6)</STRONG><BR></FONT><BR style="mso-special-character: line-break"><BR
style="mso-special-character: line-break"><o:p></o:p></FONT></SPAN></FONT></I></P>
<P class=MsoNormal><FONT face=Arial><SPAN lang=FR
style="FONT-SIZE: 10pt; FONT-FAMILY: Arial; mso-ansi-language: FR"><FONT
size=3>Catatan <B style="mso-bidi-font-weight: normal"><SPAN
style="FONT-WEIGHT: bold; mso-bidi-font-weight: normal">Burhan Azis</SPAN></B>
dan <B style="mso-bidi-font-weight: normal"><SPAN
style="FONT-WEIGHT: bold; mso-bidi-font-weight: normal">A Supardi
Adiwidjaya</SPAN></B> Di
Belanda<BR>
<o:p></o:p></FONT></SPAN></FONT></P>
<P class=MsoNormal><FONT face=Arial><SPAN lang=FR
style="FONT-SIZE: 10pt; FONT-FAMILY: Arial; mso-ansi-language: FR"><FONT
size=3>Bahkan ketika Suharto berusaha melakukan kup (coup) merangkak dengan
menentang dan memaksakan keinginannya kepada Bung Karno dan pemerintah RI yang
sah pun, Bung Karno tetap tidak bersedia mengerahkan pendukungnya menentang
Suharto demi pertimbangan menjaga persatuan bangsa. Bung Karno dalam gerak dan
tindakannya (pada masa epilog G30S) selalu berusaha menghindari pertumpahan
darah yang lebih besar dan ingin mencegah kemungkinan tindakan semena-mena dari
mana pun.<BR><BR style="mso-special-character: line-break"><BR
style="mso-special-character: line-break"><o:p></o:p></FONT></SPAN></FONT></P>
<P class=MsoNormal><FONT face=Arial><SPAN lang=FR
style="FONT-SIZE: 10pt; FONT-FAMILY: Arial; mso-ansi-language: FR"><FONT
size=3>Karena itu, adalah fitnah keji melemparkan tanggungjawab pembunuhan enam
jenderal TNI AD yang terjadi pada tanggl 30 September 1965 malam itu kepada Bung
Karno yang bahkan samasekali tidak mengetahui kejadian tersebut.<BR><BR
style="mso-special-character: line-break"><BR
style="mso-special-character: line-break"><o:p></o:p></FONT></SPAN></FONT></P>
<P class=MsoNormal><FONT face=Arial><SPAN lang=FR
style="FONT-SIZE: 10pt; FONT-FAMILY: Arial; mso-ansi-language: FR"><FONT
size=3>Lebih-lebih lagi tidak masuk akal tuduhan Dake yang mengatakan, secara
tidak langsung Bung Karno bertanggungjawab juga untuk pembantaian antara komunis
dan bukan komunis yang berlangsung kemudian. Apakah Dake pura-pura tidak tahu,
sejak 1 Oktober 1965, Jenderal Suharto mengambil-alih pimpinan Angkatan Darat
dan secara perlahan pimpinan Angkatan Bersenjata RI untuk merangkak naik menjadi
presiden RI?<BR><BR style="mso-special-character: line-break"><BR
style="mso-special-character: line-break"><o:p></o:p></FONT></SPAN></FONT></P>
<P class=MsoNormal><FONT face=Arial><SPAN lang=FR
style="FONT-SIZE: 10pt; FONT-FAMILY: Arial; mso-ansi-language: FR"><FONT
size=3>Setelah mengetahui Panglima TNI Jenderal A Yani terbunuh, Bung Karno
selaku Presiden/Panglima Tertinggi ABRI/Pemimpin Besar Revolusi, pada tanggal 1
Oktober 1965 mengeluarkan pengumuman yang isinya antara lain, ¡§Bahwa kami berada
dalam keadaan sehat wal afiat dan tetap memegang pimpinan negara dan revolusi.
Bahwa Pimpinan Angkatan Darat sementara berada langsung dalam tangan
Presiden/Pangti Angkatan Bersenjata. Bahwa untuk melaksanakan tugas sehari-hari
dalam Angkatan Darat ditunjuk sementara Mayor Jenderal TNI Pranoto Reksosamodra,
Asisten III Menteri/Pangad. Kepada seluruh Angkatan Bersenjata Republik
Indonesia, saya perintahkan untuk mempertinggi kesiapsiagaan kembali dan tinggal
di pos masing-masing dan hanya bergerak atas perintah.¡¨ (<I
style="mso-bidi-font-style: normal"><SPAN
style="FONT-STYLE: italic; mso-bidi-font-style: normal">Gerakan 30 September,
Pemberontakan Partai Komunis Indonesia, Latar Belakang, Aksi dan Penumpasannya,
</SPAN></I>Sekretariat Negara RI, 1994; lampiran 9)<BR><BR
style="mso-special-character: line-break"><BR
style="mso-special-character: line-break"><o:p></o:p></FONT></SPAN></FONT></P>
<P class=MsoNormal><FONT face=Arial><SPAN lang=FR
style="FONT-SIZE: 10pt; FONT-FAMILY: Arial; mso-ansi-language: FR"><FONT
size=3>Seperti diketahui, Mayor Jenderal Suharto tidak mematuhi perintah
Presiden/Pangti ABRI tersebut dengan cara melarang Jenderal Pranoto Reksosamodra
dan Jenderal Umar memenuhi panggilan Presiden/Panglima ABRI di Halim pada
tanggal 1 Oktober 1965. Menurut pengakuan Jenderal Nasution: ¡§Justru
Presiden (Sukarno ¡V penulis) dengan Order 1 Oktober 65 tidak membenarkan
tindakan Jenderal Suharto, sebagai Pd Pimpinan AD menurut vaste Order AD, akan
tetapi sebaliknya: mengangkat Presiden sebagai pimpinan AD sementara dan Mayjen
Pranoto sebagai caretaker ¡K<SPAN class=GramE>¡¨(</SPAN>Lihat <I
style="mso-bidi-font-style: normal"><SPAN
style="FONT-STYLE: italic; mso-bidi-font-style: normal">Dokumen Bekas Menko
Jenderal Dr A.H.Nasution berhubung dengan ¡§PEL-NAWAKSARA¡¨,</SPAN></I> h 9-10).
Dengan demikian Mayor Jenderal Suharto menyerobot pimpinan TNI Angkatan Darat
dan sejak itu pula ia melakukan penangkapan, pemenjaraan dan pembunuhan terhadap
orang komunis dan non-komunis
Indonesia.<BR>
<o:p></o:p></FONT></SPAN></FONT></P>
<P class=MsoNormal><FONT face=Arial size=2><SPAN lang=FR
style="FONT-SIZE: 10pt; FONT-FAMILY: Arial; mso-ansi-language: FR"><FONT
size=3>Dari bahan-bahan tertulis yang dipublikasi Sekneg (1994), kita lihat,
semenjak 30 September 1965, Suharto telah mengambil alih kepemimpinan TNI
Angkatan Darat. Dan tentu, dialah yang harus memikul tanggungjawab terhadap
penangkapan, pemenjaraan dan pembunuhan setelah terjadinya peristiwa Gerakan 30
September 1965 itu.</FONT> <B style="mso-bidi-font-weight: normal"><SPAN
style="FONT-WEIGHT: bold; mso-bidi-font-weight: normal">RM<o:p></o:p></SPAN></B></SPAN></FONT></P>
<P class=MsoNormal><FONT face=Arial size=2><SPAN lang=FR
style="FONT-SIZE: 10pt; FONT-FAMILY: Arial; mso-ansi-language: FR"><o:p></o:p></SPAN></FONT></P>
<P class=MsoNormal><B style="mso-bidi-font-weight: normal"><I
style="mso-bidi-font-style: normal"><FONT face=Arial size=2><SPAN lang=FR
style="FONT-WEIGHT: bold; FONT-SIZE: 10pt; FONT-STYLE: italic; FONT-FAMILY: Arial; mso-bidi-font-weight: normal; mso-bidi-font-style: normal; mso-ansi-language: FR">(<SPAN
class=GramE>bersambung</SPAN>)<BR><BR
style="mso-special-character: line-break"><BR
style="mso-special-character: line-break"><o:p></o:p></SPAN></FONT></I></B></P>
<P class=MsoNormal><FONT face=Arial size=2><SPAN lang=FR
style="FONT-SIZE: 10pt; FONT-FAMILY: Arial; mso-ansi-language: FR"><o:p></o:p></SPAN></FONT></P>
<P class=MsoNormal><FONT face=Arial size=2><SPAN lang=FR
style="FONT-SIZE: 10pt; FONT-FAMILY: Arial; mso-ansi-language: FR"><o:p></o:p></SPAN></FONT></P>
<P class=MsoNormal><SPAN class=judul1><B
style="mso-ansi-font-weight: normal"><FONT face=Arial color=#000033 size=2><SPAN
style="FONT-WEIGHT: normal; FONT-SIZE: 10pt; mso-bidi-font-weight: bold"><A
href="http://www.rakyatmerdeka.co.id/edisicetak/?pilih=lihat&id=7661"><SPAN
lang=FR
style="mso-bidi-font-weight: normal; mso-ansi-language: FR">http://www.rakyatmerdeka.co.id/edisicetak/?pilih=lihat&id=7661</SPAN></A></SPAN></FONT></B></SPAN><SPAN
class=judul1><B style="mso-ansi-font-weight: normal"><FONT face=Arial
color=#000033 size=2><SPAN lang=FR
style="FONT-WEIGHT: normal; FONT-SIZE: 10pt; mso-bidi-font-weight: bold; mso-ansi-language: FR"><o:p></o:p></SPAN></FONT></B></SPAN></P>
<P class=MsoNormal><FONT face=Arial size=2><SPAN lang=FR
style="FONT-SIZE: 10pt; FONT-FAMILY: Arial; mso-ansi-language: FR"><o:p></o:p></SPAN></FONT></P>
<P class=MsoNormal><B style="mso-bidi-font-weight: normal"><FONT face=Arial
size=5><SPAN lang=FR
style="FONT-WEIGHT: bold; FONT-SIZE: 14pt; FONT-FAMILY: Arial; mso-bidi-font-weight: normal; mso-ansi-language: FR">Asvi
Warman Adam: Antonie Bisa Diseret Ke Pengadilan</SPAN></FONT></B><FONT
face=Arial size=2><SPAN lang=FR
style="FONT-SIZE: 10pt; FONT-FAMILY: Arial; mso-ansi-language: FR">
<BR></SPAN></FONT><FONT face=Arial size=1><SPAN lang=FR
style="FONT-SIZE: 8pt; FONT-FAMILY: Arial; mso-ansi-language: FR">Rakyat
Merdeka, Jumat, 30<SPAN class=kalender1><FONT face=Arial> Desember
2005</FONT></SPAN></SPAN></FONT><FONT face=Arial size=2><SPAN lang=FR
style="FONT-SIZE: 10pt; FONT-FAMILY: Arial; mso-ansi-language: FR"><o:p></o:p></SPAN></FONT></P>
<P class=MsoNormal><FONT face=Arial size=2><SPAN lang=FR
style="FONT-SIZE: 10pt; FONT-FAMILY: Arial; mso-ansi-language: FR"><o:p></o:p></SPAN></FONT></P>
<P class=MsoNormal><I style="mso-bidi-font-style: normal"><FONT face=Arial><SPAN
lang=FR
style="FONT-SIZE: 10pt; FONT-STYLE: italic; FONT-FAMILY: Arial; mso-bidi-font-style: normal; mso-ansi-language: FR"><FONT
size=3><STRONG><FONT size=5>Membantah Imajinasi Antonie CA Dake Tentang Dalang
G30S (7)</FONT></STRONG><BR><BR style="mso-special-character: line-break"><BR
style="mso-special-character: line-break"><o:p></o:p></FONT></SPAN></FONT></I></P>
<P class=MsoNormal><FONT face=Arial><SPAN lang=FR
style="FONT-SIZE: 10pt; FONT-FAMILY: Arial; mso-ansi-language: FR"><FONT
size=3>Catatan <B style="mso-bidi-font-weight: normal"><SPAN
style="FONT-WEIGHT: bold; mso-bidi-font-weight: normal">Burhan Azis</SPAN></B>
dan <B style="mso-bidi-font-weight: normal"><SPAN
style="FONT-WEIGHT: bold; mso-bidi-font-weight: normal">A Supardi
Adiwidjaya</SPAN></B> Di Belanda<BR> <BR>Pembunuhan-pembunuhan massal
terhadap orang-orang tidak bersalah dan tidak ada sangkut pautnya serta tidak
tahu menahu tentang seluk beluk G30S di berbagai daerah di seluruh Indonesia
justru terjadi setelah kekuasaan ril berada di tangan Mayor Jenderal Suharto.
Dokumen-dokumen CIA mengungkapkan, lebih kurang 5.000 nama untuk dibunuh telah
disampaikan kepada pimpinan Angkatan Darat, dan pemerintah Amerika Serikat juga
telah memberikan bantuan secara rahasia sejumlah peralatan telekomunikasi dan
senjata ringan dalam usaha Angkatan Darat memobilisasi organisasi-organisasi
massa Islam untuk melakukan pembunuhan-pembunuhan terhadap orang komunis dan
non-komunis di Indonesia ketika itu. Di samping itu, Mayor Jenderal Suharto juga
memerintahkan untuk menangkap dan memenjarakan para menteri kabinet Dwikora,
anggota-anggota MPRS/DPRGR dan pejabat-pejabat negara lainnya yang
sah.<BR>
<o:p></o:p></FONT></SPAN></FONT></P>
<P class=MsoNormal><FONT face=Arial><SPAN lang=FR
style="FONT-SIZE: 10pt; FONT-FAMILY: Arial; mso-ansi-language: FR"><FONT
size=3>Sebaliknya, di samping tidak membenarkan dan mengutuk pembunuhan yang
dilakukan ¡§Gerakan 30 September¡¨, Presiden Sukarno juga menentang keras
berbagai pembunuhan yang dilakukan atau yang disponsori Angkatan Darat terhadap
orang komunis dan non-komunis setelah terjadinya peristiwa G30S. Diserukan oleh
Presiden Sukarno agar menciptakan suasana tenang dan jangan ditingkat-tingkatkan
perasaan dendam satu pihak pada pihak yang lain karena perbuatan tersebut hanya
akan menghancurkan Indonesia sendiri. Presiden selalu berusaha mencari
penyelesaian politik yang adil sehingga dapat menyelamatkan revolusi Indonesia.
(<SPAN class=GramE>lihat</SPAN> <I style="mso-bidi-font-style: normal"><SPAN
style="FONT-STYLE: italic; mso-bidi-font-style: normal">¡§Menyingkap Kabut HALIM
1965¡¨,</SPAN></I> Pustaka Sinar Harapan, Jakarta, 1999, h 289-290).
<BR>
<o:p></o:p></FONT></SPAN></FONT></P>
<P class=MsoNormal><FONT face=Arial><SPAN lang=FR
style="FONT-SIZE: 10pt; FONT-FAMILY: Arial; mso-ansi-language: FR"><FONT
size=3>Setelah memasuki era reformasi, di beberapa tempat terjadi kedamaian
kembali dengan pengakuan-pengakuan dari organisasi massa yang digerakkan TNI AD
melakukan pembunuhan terhadap komunis dan non-komunis setelah terjadinya G30S.
Pimpinan organisasi massa tersebut meminta maaf atas perbuatan mereka itu dan
menyatakan, mereka tertipu oleh Suharto ketika itu. Bahkan Presiden RI yang
ke-3, KH Abdurrahman Wahid ikut menyampaikan penyesalan atas terjadinya
pembunuhan yang dilakukan anggota-anggota pemuda Ansor terhadap orang komunis
Indonesia setelah G30S terjadi.
<BR>
<o:p></o:p></FONT></SPAN></FONT></P>
<P class=MsoNormal><FONT face=Arial><SPAN lang=FR
style="FONT-SIZE: 10pt; FONT-FAMILY: Arial; mso-ansi-language: FR"><FONT
size=3>Karena itu, tindakan-tindakan (tanpa proses pengadilan apapun)
penangkapan, pemenjaraan dan pembuangan ke pulau Buru serta
pembunuhan-pembunuhan terhadap orang-orang yang tidak bersalah dan tidak ada
sangkut pautnya serta tidak tahu menahu seluk-beluk G30S - sepenuhnya menjadi
tanggungjawab Jenderal Suharto dengan sekutu-sekutunya. Mengapa Dake menutupi
kenyataan ini dan menyatakan, Sukarno secara langsung harus memikul
tanggungjawab pembunuhan enam jenderal dan secara tidak langsung juga untuk
pembantaian antara komunis dan bukan komunis yang berlangsung kemudian (setelah
terjadinya peristiwa
G30S)?<BR>
<o:p></o:p></FONT></SPAN></FONT></P>
<P class=MsoNormal><FONT face=Arial><SPAN lang=FR
style="FONT-SIZE: 10pt; FONT-FAMILY: Arial; mso-ansi-language: FR"><FONT
size=3>Dalam konteks ini jadi jelas, dengan tulisannya Dake bermaksud, memfitnah
Bung Karno. Dia juga berusaha menutupi peranan keji blok dunia barat, terutama
Amerika Serikat dengan CIA-nya dalam mencampuri secara kasar dan biadab masalah
dalam negeri Republik Indonesia. Selain itu, dia berusaha menutupi peranan
Suharto sebagai penyambung tangan blok barat di Indonesia dalam menggulingkan
pemerintah RI yang sah ketika itu. <BR><BR
style="mso-special-character: line-break"><BR
style="mso-special-character: line-break"><o:p></o:p></FONT></SPAN></FONT></P>
<P class=MsoNormal><FONT face=Arial><SPAN lang=FR
style="FONT-SIZE: 10pt; FONT-FAMILY: Arial; mso-ansi-language: FR"><FONT
size=3>Sebagai bangsa, kita tentu menentang fitnah keji itu, dan pemerintah RI
yang manapun berkewajiban membela kehormatan salah seorang <I
style="mso-bidi-font-style: normal"><SPAN
style="FONT-STYLE: italic; mso-bidi-font-style: normal">Founding
Father¡¦s</SPAN></I> Republik Indonesia itu. Sewajarnya <SPAN
class=GramE>pemerintah</SPAN> RI memberi reaksi keras terhadap fitnah keji Dake.
Seperti ditulis peneliti LIPI, Asvi Warman Adam, fitnah keji terhadap Bung Karno
tersebut dapat dijadikan materi untuk mengajukan Antonie CA Dake ke pengadilan.
<B style="mso-bidi-font-weight: normal"><SPAN
style="FONT-WEIGHT: bold; mso-bidi-font-weight: normal">RM<o:p></o:p></SPAN></B></FONT></SPAN></FONT></P>
<P class=MsoNormal><FONT face=Arial size=3><SPAN lang=FR
style="FONT-SIZE: 10pt; FONT-FAMILY: Arial; mso-ansi-language: FR"><o:p> </o:p></SPAN></FONT><B
style="mso-bidi-font-weight: normal"><I
style="mso-bidi-font-style: normal"><FONT face=Arial size=2><SPAN lang=FR
style="FONT-WEIGHT: bold; FONT-SIZE: 10pt; FONT-STYLE: italic; FONT-FAMILY: Arial; mso-bidi-font-weight: normal; mso-bidi-font-style: normal; mso-ansi-language: FR"><FONT
size=3>(Habis)</FONT><BR></SPAN></FONT></I></B></P></DIV></FONT></DIV><!-- |**|begin egp html banner|**| --><BR><BR>
<DIV
style="MARGIN-BOTTOM: 1px; WIDTH: 500px; COLOR: #909090; TEXT-ALIGN: right"><TT>SPONSORED
LINKS</TT> </DIV>
<TABLE cellSpacing=13 cellPadding=0 width=500 bgColor=#e0ecee>
<TBODY>
<TR vAlign=top>
<TD style="WIDTH: 25%"><TT><A
href="http://groups.yahoo.com/gads?t=ms&k=Conservative+politics&w1=Conservative+politics&w2=Bali+indonesia&w3=Indonesia+hotel&w4=Organizational+politics&c=4&s=97&.sig=aqQlHx9hjKCuxYDD0fUZOA">Conservative
politics</A></TT> </TD>
<TD style="WIDTH: 25%"><TT><A
href="http://groups.yahoo.com/gads?t=ms&k=Bali+indonesia&w1=Conservative+politics&w2=Bali+indonesia&w3=Indonesia+hotel&w4=Organizational+politics&c=4&s=97&.sig=29J6ykPv5mTiyYBlfdloxg">Bali
indonesia</A></TT> </TD>
<TD style="WIDTH: 25%"><TT><A
href="http://groups.yahoo.com/gads?t=ms&k=Indonesia+hotel&w1=Conservative+politics&w2=Bali+indonesia&w3=Indonesia+hotel&w4=Organizational+politics&c=4&s=97&.sig=OGSkV8BI5Is6AeCyDi7Tqw">Indonesia
hotel</A></TT> </TD></TR>
<TR vAlign=top>
<TD style="WIDTH: 25%"><TT><A
href="http://groups.yahoo.com/gads?t=ms&k=Organizational+politics&w1=Conservative+politics&w2=Bali+indonesia&w3=Indonesia+hotel&w4=Organizational+politics&c=4&s=97&.sig=ILbpGek3s_gV84wG_xFGfg">Organizational
politics</A></TT> </TD></TR></TBODY></TABLE><!-- |**|end egp html banner|**| --><!-- |**|begin egp html banner|**| --><BR>
<DIV style="WIDTH: 500px; COLOR: #909090; TEXT-ALIGN: center">
<HR style="WIDTH: 500px; BORDER-BOTTOM: 1px; TEXT-ALIGN: left">
<TT>YAHOO! GROUPS LINKS</TT> </DIV><BR>
<UL><TT>
<LI type=square> Visit your group "<A
href="http://groups.yahoo.com/group/nasional-list">nasional-list</A>" on the
web.<BR> </TT> <TT>
<LI type=square> To unsubscribe from this group, send an email
to:<BR> <A
href="mailto:nasional-list-unsubscribe@yahoogroups.com?subject=Unsubscribe">nasional-list-unsubscribe@yahoogroups.com</A><BR> </TT>
<TT>
<LI type=square> Your use of Yahoo! Groups is subject to the <A
href="http://docs.yahoo.com/info/terms/">Yahoo! Terms of Service</A>.</TT>
</LI></UL><BR>
<DIV style="WIDTH: 500px; COLOR: #909090; TEXT-ALIGN: center">
<HR style="WIDTH: 500px; BORDER-BOTTOM: 1px; TEXT-ALIGN: left">
</DIV><BR><!-- |**|end egp html banner|**| --></BODY></HTML>