<!DOCTYPE HTML PUBLIC "-//W3C//DTD HTML 4.0 Transitional//EN">
<HTML><HEAD>
<META http-equiv=Content-Type content="text/html; charset=iso-8859-1">
<META content="MSHTML 6.00.2900.2769" name=GENERATOR>
<STYLE></STYLE>
</HEAD>
<BODY bgColor=#ffffff>
<DIV><FONT face=Arial size=2></FONT> </DIV>
<BLOCKQUOTE
style="PADDING-RIGHT: 0px; PADDING-LEFT: 5px; MARGIN-LEFT: 5px; BORDER-LEFT: #000000 2px solid; MARGIN-RIGHT: 0px">
<DIV style="FONT: 10pt arial">----- Original Message ----- </DIV>
<DIV
style="BACKGROUND: #e4e4e4; FONT: 10pt arial; font-color: black"><B>From:</B>
<A title=ouwehoer@centrin.net.id href="mailto:ouwehoer@centrin.net.id">Hong
Gie</A> </DIV>
<DIV style="FONT: 10pt arial"> </DIV>
<DIV><TT>Herr Tchaniago,<BR><BR>Cukup mengesankan proloog mengenai Proklamasi
Kemerdekaan Republik<BR>Indonesia, tentang Kemerdekaan Azasi Bangsa Indonesia
dari penindasan<BR>kolonial Belanda, namun sayang semua itu sama sekali tidak
ada relevansi<BR>mauoun ada kaitannya dengan tema diskusi "Fakta-Fakta
Keterlibatan PKI<BR>Dalam Peristiwa G30S.<BR><BR>Yang menyedihkan adalah,
disamping memiliki dendam politik khronis terhadap<BR>TNI dan Orde Baru,
akurasi mengenai data dan fakta sejarah yang Anda miliki<BR>amat lah miskin,
seperti halnya beberapa koreksi saya terhadap tulisan Anda<BR>terdahulu, yang
tidak mampu Anda justifikasikan. Terlebih lagi kalau<BR>mencampur-adukan
urusan perjuangan melawan kolonialisme Belanda dengan<BR>peristiwa G30S/PKI,
disitulah asal-muasal terciptanya kekacauan memori dan<BR>kerancuan nalar,
yang membuat sistimatika dan fakta<BR>sejarah RI, terdengar seperti sebuah
lenong
rumpi.<BR>----------------------------------------------------------------------------------</TT></DIV>
<DIV><TT>++Saya mendukung pendpt YHG, bahwa untuk ini harus diingat dalam
sejarah juga, setelah</TT></DIV>
<DIV><TT>disepakati untuk membentuk suatu Negara Bangsa yang disebut Republik
Indonesia,</TT></DIV>
<DIV><TT>pada Sidang BPUPKI, maka segera PKI memberontak tahun 1948. Saya
mencobat melihat</TT></DIV>
<DIV><TT>apa yang mendasari PKI tidak setuju terhadap Pemerintahan yang
disepakati itu?</TT></DIV>
<DIV><TT>Ternyata dari 84 orang anggota BPUPKI (lihat risalah Sidang BPUPKI),
rasanya tidak </TT></DIV>
<DIV><TT>ada satupun yang mewakili </TT><TT>PKI. Saya coba tanya kepada
beberapa orang yang banyak </TT></DIV>
<DIV><TT>mempelajari cerita BPUPKI ini saya belum mendapat jawaban,
mungkin YHG tahu? ++</TT></DIV>
<DIV><TT>----------------------------------------------------------------------------------</TT></DIV>
<DIV><TT></TT> </DIV>
<DIV><TT>------------------------------------------------------------------------<BR>Statement
Anda yang di-kamuflage-kan dalam bentuk pertanyaan:<BR>"Penyerangan/Agresi
Belanda I & II, ataukah itu dilakukan dengan Bantuan<BR>para Perwira TNi
AD seperti Zulkifli lubis, A.H.Nasutio, Ahmad Husen,dll.<BR>seperti itu,
ataukah dengan Pengkhianatan Pemerintahan Hatta-Sukiman
yang<BR>bertanggungjawab atas persetujuan KMB ...", adalah bentuk suatu
kemunafikan.<BR>Kemunafikan, karena "pertanyaan" dilontarkan menjurus pada
suatu tuduhan.<BR>Seandainya Anda memiliki sedikit kehormatan, saya beri
kesempatan untuk<BR>menunjukan referensi data atau bukti atas keterlibatan
para Perwira TNI AD<BR>(Zulkifli lubis, A.H. Nasution, Ahmad Husen, dll.),
yang membantu Belanda<BR>dalam Agresi Militer I & II.</TT></DIV>
<DIV><TT>------------------------------------------------------------------------</TT></DIV>
<DIV><TT>++ Sekali lagi saya juga mendukung pernyataan ini. Kebetulan orang
tua kami</TT></DIV>
<DIV><TT>pada saat itu (agresi I/II) juga turut serta bergerak di SumSel
dan</TT></DIV>
<DIV><TT>setelah KMB menjadi Panglima TT-II yang pertama. Tidak ada
sedikitpun</TT></DIV>
<DIV><TT>beliau2 itu membantu Belanda, banyak dari mereka gugur dan cacat
tubuh</TT></DIV>
<DIV><TT>menghadapi agresi itu. Darimana data ini didapat?. Saya merasakan
sekali</TT></DIV>
<DIV><TT>ini menjadi 'fitnah' karena dendam PKi terhadap TNI, khususnya
AD.</TT></DIV>
<DIV><TT>Janganlah kita merubah sejarah. Sejarah adalah catatan atas
kejadian</TT></DIV>
<DIV><TT>yang berlaku pada saat itu. Kenapa sdr.Tjaniago tidak membeberakan
apa</TT></DIV>
<DIV><TT>yang dilakukan pemberontak PKI di Madiun, sangat banyak bukti
gambar</TT></DIV>
<DIV><TT>betapa kejamnya PKI melakukan pembantaian di Madiun. Cerita dari
Bapak</TT></DIV>
<DIV><TT>bapak yang terlibat dalam penumpasan pemberontakan PKI,
khususnya</TT></DIV>
<DIV><TT>dari Siliwangi (spt. A.Kemal Idris dll) telah menjadi bukti
sejarah</TT></DIV>
<DIV><TT>hal itu.++</TT></DIV>
<DIV><TT>-----------------------------------------------------------------------<BR><BR><BR>Begitu
gagahnya Anda menyebut "kekuatan utama NASAKOM". Numpang<BR>tanya Bung, dimana
dan apa yang dilakukan kaum Nasionalis dan Agama<BR>ketika ('65-'66) terjadi
pembantaian terhadap PKI dan onderbouwnya?<BR>Mengapa Anda takut mengatakan
secara jujur, kelompok mana yang melakukan<BR>pembantaian terhadap PKI di Jawa
Timur dan di Bali? --- [Koreksi
3.]<BR>-------------------------------------------------------------------------</TT></DIV>
<DIV><TT>++ Ini lagi coba tanyakan kepada pimpinan NU dan Ansor, selepas
peristiwa</TT></DIV>
<DIV><TT>G-30-S/PKI siapa-siapa yang melakukan pengejaran terhadap
anggota</TT></DIV>
<DIV><TT>PKI, khususnya di Jateng dan Jatim? ++</TT></DIV>
<DIV><TT>-------------------------------------------------------------------------</TT></DIV><TT></TT></BLOCKQUOTE>
<BLOCKQUOTE
style="PADDING-RIGHT: 0px; PADDING-LEFT: 5px; MARGIN-LEFT: 5px; BORDER-LEFT: #000000 2px solid; MARGIN-RIGHT: 0px"><TT>
<DIV><FONT face=Arial size=2></FONT><FONT face=Arial size=2></FONT><FONT
face=Arial size=2></FONT><FONT face=Arial size=2></FONT><FONT face=Arial
size=2></FONT><BR><BR>Didalam pleidoinya dimuka Mahmilub (19 Februari 1966),
Nyono mengatakan:<BR>"Bahwasanya G30S bukanlah suatu pemberontakan bersenjata
terhadap pemerintah<BR>yang ada, tetapi suatu gerakan pembersihan, hal ini
tidak hanya dinyatakan<BR>dalam pengumuman dan dekrit Dewan Revolusi, juga
dibuktikan oleh perbuatan -<BR>perbuatan konkritnya".<BR>Sehubungan dengan
pernyataan Anda: "saya adalah bagian dari masyarakat<BR>Indonesia yang menolak
dan mengutuk Genoside", maka supaya "jangan ada<BR>dusta diantara kita" tolong
dijawab: Apakah Anda mengutuk atau mendukung<BR>"gerakan pembersihan" terhadap
para Pahlawan Revolusi?<BR>Tentang berbagai tuduhan Anda terhadap saya, itu
bukan fenomena baru.<BR>Ketika orang melakukan koreksi terhadap
kebohongan politik dan manipulasi<BR>sejarah, pada umumnya simpatisan
PKI yang intelektualnya kurang, mudah<BR>menjadi kalap sehingga melontarkan
bermacam-macam fitnah murahan.<BR>Mirip dengan isu yang dilontarkan PKI
tentang "Dewan Jenderal" ....<BR>Walaupun saya belum pernah mendengar tentang
"Aliansi Perjuangan Rakyat".<BR>Apabila adapun, gerakan itu perlu kita
waspadai, karena sudah terlalu banyak<BR>pihak-pihak yang menjual nama
"Rakyat", untuk kepentingan politik, jabatan<BR>(kekuasaan) dan
uang.<BR>Kesimpulan Anda bahwa, antara Anda dan saya terdapat pandangan
politik yang<BR>bertentangan secara diametral, masih kurang tepat. Karena
perbedaan<BR>pandangan politik kita bertentangan secara fundamental! ---
[Koreksi
4.]<BR>---------------------------------------------------------------------------</DIV>
<DIV><FONT face=Arial size=2>++ Saya mendukung pernyataan YHG ini, apa yang
dilakukan TNI, khususnya AD, adalah memberantas</FONT></DIV>
<DIV><FONT face=Arial size=2>orang atau kelompok manapun yang tidak menerima
berdirinya Negara Kesatuan Republik Indonesia</FONT></DIV>
<DIV><FONT face=Arial size=2>yang berdasarkan Pancasila dan UUD 45(asli). Saya
juga ingin bertanya apakah PKI menolak Pancasila</FONT></DIV>
<DIV><FONT face=Arial size=2>ataukah pura-pura menerimanya sebagai dasar
Negara. Oleh karena itu memang terdapat perbedaan</FONT></DIV>
<DIV><FONT face=Arial size=2>yang 'fundamental' antara orang-orang seperti YHG
(dan termasuk saya) dengan pendapat sdr.Tjaniago.</FONT></DIV>
<DIV><FONT face=Arial size=2>Dan selama masalah ini fundamental tidak perlu
diperdebatkan lagi. Tinggal tanyakan kepada rakyat</FONT></DIV>
<DIV><FONT face=Arial size=2>dasar mana yang disetujui oleh mereka untuk
menjadi dasar negara, Pancasila ataukah komunisme.</FONT></DIV>
<DIV><FONT face=Arial size=2>Sebagai bangsa yang beragama tentu tidak akan
menerima suatu paham yang anti agama.</FONT></DIV>
<DIV><FONT face=Arial size=2>Bung Hong Gie, sebagai seorang dari Keluarga TNI,
saya gembira sekali pendapat anda yang menjadi </FONT></DIV>
<DIV><FONT face=Arial size=2>bagian besar dari pendapat bangsa , karena
pendapat KB TNI sering sekali dianggap tidak </FONT></DIV>
<DIV><FONT face=Arial size=2>objektif. ++</FONT></DIV>
<DIV><FONT face=Arial size=2></FONT> </DIV>
<DIV><FONT face=Arial size=2></FONT> </DIV>
<DIV><FONT face=Arial size=2>Wassalam </FONT></DIV>
<DIV><FONT face=Arial size=2>IBU</FONT></DIV></TT></BLOCKQUOTE><!-- |**|end egp html banner|**| --></BODY></HTML>