<DIV>Dear All,</DIV>
<DIV> </DIV>
<DIV>Salam sejahtera semua</DIV>
<DIV>Selamat berpuasa bagi yang menjalankannya semoga dirihoi oleh Allah Swt.</DIV>
<DIV>Selamat berjumpa Mr Ony,</DIV>
<DIV> </DIV>
<DIV>Saya setuju dengan semua pendapat Bapak-Bapak, tetapi dari kasus kedua BB (Bom Bali/Bali Blast) :</DIV>
<DIV>1. Kepekaan aparat keamanan akan SIKON (Situasi dan Kondisi) keamanan dinegeri kita sangat kurang.</DIV>
<DIV>2. The three Musketter penjaga keamanan berwenang TNI-POLRI-BIN tidak kompak alias nyari peluang bisnis sendiri-sendiri.dan saling menyalahi.</DIV>
<DIV>3.Kita tidak pernah mau belajar dari pengalaman sebelumnya, tidak ada <EM>Research and Analisyst. penyebab, alasan, kenapa, siapa, dan sebagainya.</EM></DIV>
<DIV>4.Harusnya pemerintah dan semua lembaga pemerintahan dinegeri ini saling intropeksi apakah kita akan terus demikian? peristiwa bom bukan saja di Bali, jangan kita bertindak <STRONG>anget-anget tahi ayam! mumpung inget kita jalan </STRONG>, biasakan kita bertindak standar dan jauh kedepan.</DIV>
<DIV>5.Saat ini pemerintah kena <STRONG><EM>Knock-Out</EM></STRONG> sama teroris kita tunggu dan lihat ronde berikutnya siapa yang menang strategi? </DIV>
<DIV> </DIV>
<DIV>Sebagai warga bangsa mari kita membantu menciptakan rasa aman negeri ini.</DIV>
<DIV> </DIV>
<DIV>wassalam</DIV>
<DIV>eko yudhanarto<BR><BR><B><I>marinir-request@polarhome.com</I></B> wrote:</DIV>
<BLOCKQUOTE class=replbq style="PADDING-LEFT: 5px; MARGIN-LEFT: 5px; BORDER-LEFT: #1010ff 2px solid">Send Marinir mailing list submissions to<BR>marinir@polarhome.com<BR><BR>To subscribe or unsubscribe via the World Wide Web, visit<BR>http://www.polarhome.com/mailman/listinfo/marinir<BR>or, via email, send a message with subject or body 'help' to<BR>marinir-request@polarhome.com<BR><BR>You can reach the person managing the list at<BR>marinir-owner@polarhome.com<BR><BR>When replying, please edit your Subject line so it is more specific<BR>than "Re: Contents of Marinir digest..."<BR><BR><BR>Today's Topics:<BR><BR>1. Re: [detikcom] PAN: Pelaku Pemboman di Bali Adalah<BR>MusuhBersama (Lucas Ony)<BR><BR><BR>----------------------------------------------------------------------<BR><BR>Message: 1<BR>Date: Mon, 10 Oct 2005 17:37:16 +0700<BR>From: "Lucas Ony" <LUCAS_ONY@YAHOO.COM.SG><BR>Subject: Re: [Marinir] [detikcom] PAN: Pelaku Pemboman di Bali Adalah<BR>MusuhBersama<BR>To: "Mailing List
Marinir TNI/AL" <MARINIR@POLARHOME.COM><BR>Message-ID: <0a1201c5cd86$9608d480$ae179fca@wehrmacht><BR>Content-Type: text/plain; format=flowed; charset="iso-8859-1";<BR>reply-type=response<BR><BR>yang harus ditangkap dalang nya, pak Hong Gie... hehehehhe<BR>pelaku sih rekrutan baru terus juga bisa karena tugasnya gampang.. <BR>hehehehehehehehhehe<BR><BR>Kind regards,<BR>Ony<BR><BR><BR>----- Original Message ----- <BR>From: "Yap Hong Gie" <OUWEHOER@CENTRIN.NET.ID><BR>To: "Post X-PPI Se-Eropa77-87" <X-PPI_SE-EROPA77-87@YAHOOGROUPS.COM>; "Post <BR>Wahana-News" <WAHANA-NEWS@YAHOOGROUPS.COM>; "Post Tionghoa-Net" <BR><TIONGHOA-NET@YAHOOGROUPS.COM>; "Post Nasional-list" <BR><NASIONAL-LIST@YAHOOGROUPS.COM>; "Post MAR Polarhome" <BR><MARINIR@POLARHOME.COM>; "Post KIAD Grp" <KIAD@YAHOOGROUPS.COM>; "Post <BR>IndoMildiLN" <INDOUSAMIL@YAHOOGROUPS.COM>; "Post Hankam Grp" <BR><HANKAM@YAHOOGROUPS.COM>; "Post FSAB Yahoo" <FSAB@YAHOOGROUPS.COM>; "Post <BR>Apakabar"
<APAKABAR@YAHOOGROUPS.COM><BR>Sent: Monday, October 03, 2005 3:23 AM<BR>Subject: [Marinir] [detikcom] PAN: Pelaku Pemboman di Bali Adalah <BR>MusuhBersama<BR><BR><BR>> Para teroris pengecut yang melakukan tindakan terkutuk seperti ini, harus<BR>> diburu sampai tertangkap secepatnya.<BR>><BR>><BR>><BR>> http://jkt1.detiknews.com/index.php/detik.read/tahun/2005/bulan/10/tgl/03/time/188/idnews/453535/idkanal/10<BR>><BR>> PAN: Pelaku Pemboman di Bali Adalah Musuh Bersama<BR>> Gatot Prihanto - detikcom<BR>><BR>> Jakarta - Kecaman terhadap aksi pemboman di Bali kembali bermunculan. DPP<BR>> Partai Amanat Nasional menilai aksi tersebut sebagai tindakan teroris yang<BR>> pengecut, biadab, dan tidak berperikemanusiaan. Pelakunya adala musuh <BR>> rakyat<BR>> dan musuh bersama.<BR>><BR>> Ketua umum PAN Soetrisno Bachir, dalam pernyataan pers yang diterima<BR>> detikcom, Minggu (2/10/2005), menyatakan apapun motifnya tindakan ini <BR>>
adalah<BR>> upaya keji untuk menghancurkan seluruh pranata kehidupan bangsa Indonesia.<BR>><BR>> "Di tengah beban rakyat Indonesia belum keluar dari krisis, tindakan teror<BR>> ini adalah merupakan permusuhan nyata terhadap rakyat Indonesia. Pelaku<BR>> pemboman layak diganjar dengan hukuman yang seberat-beratnya yakni hukuman<BR>> mati," tukas Bachir geram.<BR>><BR>> DPP PAN menyampaikan belasungkawa yang mendalam kepada seluruh korban ,<BR>> semoga senantiasa diberi kekuatan dan keikhlasan dalam menerima musibah.<BR>><BR>> Kemudian, PAN mendesak pemerintah untuk melakukan langkah-langkah cepat <BR>> dan<BR>> konkrit untuk mengungkap dalang di balik teror ini. PAN mendesak <BR>> pemerintah<BR>> untuk mengambil langkah yang mampu meyakinkan publik bahwa negara sanggup<BR>> menjaga keamanan dan keselamatan warganya.<BR>><BR>> PAN juga memerintahkan kepada Kader PAN di seluruh tanah air untuk <BR>> membantu<BR>> aparat
keamanan dalam upaya pengungkapan kasus tersebut. DPP juga meminta<BR>> kepada seluruh kader untuk meningkatkan kewaspadaan dan secara pro aktif<BR>> melaporkan kepada aparat keamanan terdekat, jika dilingkungannya ada hal <BR>> hal<BR>> yang mencurigakan dan diperkirakan akan mengganggu<BR>> keamanan.<BR>><BR>> Demikian pernyataan sikap DPP PAN, dengan tekad mencari solusi dari semua<BR>> persoalan bangsa , PAN mengajak seluruh warga Indonesia untuk <BR>> menyelesaikan<BR>> semua masalah dengan cara-cara damai dan beradab. (gtp)<BR>><BR>> --------------------------<BR>><BR>> http://jkt1.detiknews.com/index.php/detik.read/tahun/2005/bulan/10/tgl/03/time/04121/idnews/453533/idkanal/10<BR>><BR>> PBNU Kutuk Pelaku Bom Bali II<BR>> Budi Hartadi - detikcom<BR>><BR>> Malang - Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) mengutuk keras aksi teror<BR>> bom yang terjadi di Bali, Sabtu (1/10/2005) kemarin. Aksi yang menewaskan<BR>>
sekitar 22 orang dan melukai sekitar 100 orang itu sangat tidak<BR>> berperikemanusiaan.<BR>><BR>> "PBNU menyesalkan dan mengutuk tindakan pelaku pembom Bali. Karena <BR>> tindakan<BR>> itu tidak berperikemanusiaan dan mengenai orang-orang yang tidak ada <BR>> sangkut<BR>> pautnya dengan mereka," kata Ketua PBNU Hasyim Muzadi.<BR>><BR>> Hasyim, kepada wartawan di Pondok Pesantren Al Hikam Jalan Cengger Ayam<BR>> Malang, Minggu (2/10/2005), menduga tragedi bom Bali II yang terjadi <BR>> kemarin<BR>> lebih banyak bernuansa politis dari pada nuansa agamanya.<BR>><BR>> "Tanpa mendahului penyelidikan dan investifigasi dari pihak aparat tentang<BR>> motifnya, saya punyai fileng bahwa ini lebih banyak bermotif politik dari<BR>> pada bermotif agama," tukasnya.<BR>><BR>> Menurut Hasyim, karakternya berbeda dengan aksi pemboman sebelumnya. "Tapi<BR>> feeling saya, kalau dulu itu dalam konteks masalah hubungannya Amerika. <BR>>
Itu<BR>> ada kecenderungan berkarakter agama. Kalau sekarang saya kira lebih banyak<BR>> berkarakter politik. Karena kekacauan-kekacauan yang ada di Indonesia."<BR>><BR>> Bom Bali II kali ini lebih bernuansa politis karena indikator pertamanya<BR>> adalah besarnya eklusifitasnya tidak sebesar dulu, dan unsur-unsur <BR>> kimianya<BR>> tidak harus keluar negeri. "Lalu indikasinya lagi berdekatan dengan BBM.<BR>> Mungkin ini segi pengacauan yang yang bersifat mempanikan keadaan. Serta<BR>> korbannya tidak langsung menjurus ke orang asing,"ujar Hasyim.<BR>><BR>> Ketua PBNU juga meminta kepada seluruh warga NU terutama di wilayah Bali,<BR>> agar secara bersama-sama menolong korban dan melakukan apa saja untuk<BR>> meringankan beban mereka. (gtp)<BR>><BR>> -----------------------------------<BR>><BR>> http://jkt1.detiknews.com/index.php/detik.read/tahun/2005/bulan/10/tgl/02/time/20439/idnews/453499/idkanal/10<BR>><BR>> Gus Dur: Aksi
Pemboman Harus Dilawan<BR>> Hendi Suhendratio - detikcom<BR>><BR>> Jakarta - Kecaman terhadap tragedi bom Bali II terus berdatangan. Kini<BR>> giliran mantan Presiden Abdurrahman Wahid (Gus Dur) yang mengecam aksi<BR>> biadab itu.<BR>><BR>> Menurut Gus Dur, aksi itu merupakan tragedi kemanusiaan yang tidak bisa<BR>> dilupakan oleh sejarah. Apapun alasannya aksi pemboman tersebut harus<BR>> dilawan.<BR>><BR>> "Bali adalah bagian dari Indonesia dan Indonesia bagian dari kehidupan<BR>> kita," katanya saat menghadiri malam keprihatinan di Bundaran Hotel<BR>> Indonesia, Jakarta, Minggu (2/10/2005) malam.<BR>><BR>> Malam doa bersama bersama yang dipersembahkan untuk para arwah korban<BR>> bom Bali II itu dihadiri sekitar 150 orang dari Solidaritas Muda Hindu <BR>> Anti<BR>> Kekerasan (SMHAK) dan Masyarakat Profesional Madani (MPM)<BR>><BR>> Ketika ditanyakan apakah intelijen kecolongan, Gus Dur menjawab yang<BR>> kecolongan
adalah bangsa. "Yang kecolongan adalah bangsa bukan <BR>> pemerintah,"<BR>> tuturnya.<BR>><BR>> Gus Dur juga tidak mau berkomentar tentang siapa yang bersalah atas <BR>> kejadian<BR>> ini. "Saya tidak mau berkomentar untuk hal itu," tambahnya.<BR>><BR>> Senada dengan Gusd Dur, Ketua MPM Ismed Hasan Putro mengatakan<BR>> pemboman ini merupakan tindak kekerasan yang tidak beradab dan jauh dari<BR>> martabat manusia yang bernurani dan beragama.<BR>><BR>> "Oleh karena itu saya meminta agar kepolisian secara profesional dan<BR>> bertanggung jawab untuk segera mengusut dan menangkap pelaku bom Bali II,"<BR>> tegas Ismed.<BR>><BR>> Acara doa bersama ini berlangsung sejak pukul 18.30 WIB hingga pukul 20.00<BR>> WIB yang ditutup dengan menyanyikan lagu Syukur karya Husein Mutahar.<BR>> (ahm)<BR>><BR>><BR>><BR>> _______________________________________________<BR>> Marinir mailing list<BR>> Marinir@polarhome.com<BR>>
http://www.polarhome.com/mailman/listinfo/marinir<BR>> <BR><BR><BR><BR><BR>------------------------------<BR><BR>_______________________________________________<BR>Marinir mailing list<BR>Marinir@polarhome.com<BR>http://www.polarhome.com/mailman/listinfo/marinir<BR><BR><BR>End of Marinir Digest, Vol 21, Issue 8<BR>**************************************<BR></BLOCKQUOTE><p>
                <hr size=1> <a href="http://pa.yahoo.com/*http://us.rd.yahoo.com/evt=36035/*http://music.yahoo.com/unlimited/">Yahoo! Music Unlimited - Access over 1 million songs. Try it free.</a>